Siklus Akuntansi

Oleh Angga Angga

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Siklus Akuntansi

Bagan Alur Siklus Akuntansi beserta Penjelasannya
Siklus Akuntansi
Bagan dan Penjelasannya

Proses Bagan Alur Siklus Akuntansi
I.
a)

TAHAP PENCATATAN
Dokumen Transaksi

Pengertian Dokumen Transaksi
Transaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan
mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan
tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan
Bukti Transaksi.
Hal yang sangat subtansional dalam siklus akuntansi ialah transaksi karena ia
merupakan pondasi dalam penyusunan laporan akuntansi. Transaksi keuangan
dalam bahasa global, ialah segenap realitas yang menjadi pondasi dalam
prosesi aktivitas mata rantai keuangan berorientasi efektivitas yang kualitas.
Sedangkan dokumen transaksi merupakan lembaran yang mendukung
bahwa telah terjadinya suatu transaksi.
Macam-Macam Bukti Pencatatan
1.

Bukti Transaksi Intern

Bukti transaksi intern adalah bukti transaksi yang khusus di buat oleh intern
dan dibuat untuk intern perusahaan. Yang termasuk bukti intern sebagai
berikut:
a)

Bukti Kas Masuk

Bukti kas masuk adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah menerima uang
secara cash atau secara tunai.
b)

Bukti Kas Keluar

Bukti kas keluar adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah mengeluarkan
uang tunai, seperti pembelian dengan tunai atau pembayaran gaji,
pembayaran utang atau pengeluaran-pengeluaran yang lainnya.
c)

Memo

Memo adalah bukti pencatatan antar bagian atau manager dengan bagianbagian yang ada di lingkungan perusahaan
2.

Bukti Transaksi Ekstern

Bukti ekstern adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan
pihak di luar perusahaan. Misalnya, bukti pengeluaran kas, faktur pembelian /
penjualan dan pembayaran upah
Berikut contoh bukti ekstern.

a)

Faktur

Adalah bukti pembelian atau penjualan barang secara kredit yang dibuat oleh
pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli.
b)

Kwitansi

Adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima
uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.
c)

Nota Kontan

Nota kontan adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai. Nota
dibuat oleh pedagang dan diberikan kepada pembeli. Biasanya nota dibuat
rangkap dua, satu lembar untuk pembeli dan lembaran kedua untuk penjual
d)

Nota Debet

Nota Debet adalah bukti transaksi pengiriman kembali barang yang dibeli
(return pembelian), karena sebagian barang yang dibeli ada yang rusak atau
tidak sesuai pesanan. Maka, nota debet dibuat oleh pembeli untuk dikirimkan
kepada penjual.

Nota debet dikirim bersamaan dengan barang yang dikembalikan kepada
penjual. Nota debet merupakan bukti bahwa pembeli telah mendebet akun
penjual. Jika transaksi dilakukan secara kredit, maka pembeli akan mendebet
akun hutangnya pada rekening penjual (kewajiban pembeli berkurang). Jika
transaksi dilakukan secara tunai, maka pembeli akan mendebet akun kasnya
sebagai akibat dari penerimaan uangnya kembali. Sama dengan retur
penjualan, retur pembelian tergantung pada kesepakatan bersama antara
penjual dan pembeli.
e)

Nota Kredit

Nota kredit adalah bukti bahwa perusahaan telah mengkredit perkiraan
langganannya yang disebabkan oleh berbagai hal. Nota kredit dikirimkan oleh
perusahaan kepada langganannya sehubungan barang yang dijual tidak cocok
atau rusak, untuk itu penjual setuju menerima barangnya.

f)

Cek

Cek Adalah surat perintah kepada bank sebesar jumlah yang tercantum dalam
cek tersebut kepada seseorang atau orang yang membawa cek tersebut. Cek
dibuat oleh pihak yang mempunyai simpanan di bank dan pengeluaran cek
ditujukan kepada orang yang dikehendakinya.
b)

Jurnal

Jurnal adalah catatan tentang yang memisahkan antara Debet dan kredit
(Pengeluaran dan Pemasukan). Jurnal inilah nantinya akan memberikan
keterangan kepada kita tentang semua bukti transaksi. Semua transaksi akan
terposting dalan jurnal ini.
Umumnya Perusahaan kecil seperti toko dan sebagainya menggunakan satu
jurnal saja yang biasa di kenal dengan nama jurnal umum. Sedangkan dalam
kelompok usaha besar, mereka menggunakan beberapa jurnal seperti :
1. Jurnal Penerimaan Kas
2. Jurnal Pengeluaran Kas
3. Jurnal Pembelian
4. Jurnal Penjualan
5. Jurnal Umum
Dalam kasus di atas, penggunaan jurnal-jurnal di atas lebih mudah di paham
daripada menggunakan jurnal umum secara keseluruhan. Tetapi
kelemahannya, kolom yang di gunakan sangat banyak berdasarkan jumlah
perkiraan/pos keuangan yang di gunakan.
I.

JURNAL UMUM

Jurnal umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi
dalam perusahaan secara terperinci
II.

JURNAL KHUSUS

Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi
khusus dalam perusahaan yang berhubungan dengan penjualan dan
pembelian.
Jurnal khusus terdiri dari :
» Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal Penerimaan kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap
penerimaan kas dalam suatu perusahaan

» Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan adalah jurnal yang digunakan apabila kita melakukan
penjualan barang secara kredit kepada Customer

» Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal Pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap
pengeluaran kas dalam suatu perusahaan

» Jurnal Pembelian
Jurnal Pembelian adalah jurnal yang digunakan apabila kita melakukan
pembelian barang secara kredit kepada supplier.

» Jurnal Umum(Memorial)
Memorial Journal adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi
diluar empat jurnal diatas

II.
a)

TAHAP PENGGOLONGAN
Buku Besar

Buku besar secara mutlak memberikan informasi jumlah keseluruhan transaksi
secara penuh dalam satu siklus. Mulai dari tanggal, keterangan di debet atau di
kredit serta nominal yang ada. Misalnya pada Buku Besar Kas, maka akan
tampak semua transaksi keuangan yang melibatkan Perkiraan / Pos Kas. Yaitu
yang mempengaruhi uang tunai secara langsung. Begitupun dengan Piutang
dan Utang.

Buku besar adalah himpunan rekening-rekening yang saling berhubungan yang
menggambarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan harta, utang dan
modal. Pemindahbukuan semua pos-pos jurnal ke buku besar disebut posting.
Nama akun yang dipakai pada ayat-ayat jurnal harus sama dengan nama akun
di buku besar.

Penggolongan Akun Buku Besar Harta
Pengertian Harta (Assets)
Harta adalah jumlah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang di dalamnya
terdiri atas "harta yang berwujud" dan "harta yang tak berwujud". Seluruh
harta ini dapat dinilai dengan uang.
Penggolongan Harta (Assets)
1) Harta Lancar (Current Assets)
Harta ini berbentuk uang tunai atau dapat diuangkan dengan segera, misalnya
kas, wesel tagih dan piutang usaha.
2) Harta Tetap
Harta ini sifatnya permanen atau dapat digunakan dalam beberapa periode
akuntansi, misalnya tanah, gedung, hak paten, hak cipta, dan merk dagang.
a) Harta tetap berwujud
Misalnya: tanah, gedung dan kendaraan
b) Harta tetap tak berwujud
Misalnya: hak paten. hak cipta, merk dagang, dan goodwill.
Penggolongan Harta Berdasarkan Tingkat Likuiditas
a. Harta Lancar
1) kas
2) surat-surat berharga
3) Piutang wesel
4) piutang usaha
5) beban-beban yang dibayar di muka
6) pendaPatan Yang akan diterima
7) persediaan-Persediaan
b. Harta Tetap
1) Harta Tetap Berwujud
a) tanah
b) bangunan
c) Peralatan

d) kendaraan
2) HartaTetap Tak Berwujud
a) hak cipta
b) hak paten
c) merk dagang
d) goodwill
b)

Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu (subsidiary ledger) merupakan perluasan dari buku
besar umum (general ledger). Catatan dalam buku besar pembantu merupakan
rincian dari salah satu akun besar umum. Buku besar pembantu atau disingkat
dengan buku pembantu yang akan dibahas pada bagian ini meliputi:

I.

BUKU BESAR PEMBANTU UTANG DAGANG

Buku besar pembantu hutang ( account payable subsidiary), berfungsi sebagai
tempat mencatat perubahan hutang kepada kreditor secara individual
sehingga merupakan rincian dari akun Hutang dagang dalam buku besar umum

II.

BUKU BESAR PEMBANTU PIUTANG DAGANG

Buku besar pembantu piutang ( account receivable subsidiary
ledger), berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan piutang (tagihan)
kepada debitor secara individual sehingga merupakan rincian dari akun Piutang
dagang dalam buku besar umum.

III.
a)

TAHAP PENGIKHTISARAN
Neraca Saldo

Dalam satu Siklus akuntansi setelah melihat semua perkiraan dan telah di
kelompokkan berdasarkan sifatnya (Aktiva - Fasiva) Maka akan di buatkan
sebuah Neraca yang di kenal Neraca Awal, memberikan gambaran Informasi
Posisi Neraca perusahaan anda secara umum. Necara Ini sudah bisa di jadikan
sebagai bahan untuk membuat Laporan keuangan tetapi, masih ada beberapa

kasus transaksi yang tidak tercatat dalam buku besar seperti penyusutan
Inventaris atau penyusutan kendaraan.
Neraca Saldo Adalah daftar seluruh akun dengan mencatat di debet dan kredit
untuk melihat apakah saldonya sudah seimbang.
Apabila perkiraan-perkiraan buku besar telah didebet dan dikredit untuk setiap
transaksi selama satu periode akuntansi, besarnya saldo sudah tampak. Jadi,
jumlah saldo-saldo debet akan sama dengan jumlah saldo-saldo kredit.
Untuk itu, secara berkala dibuat daftar yang disebut neraca saldo. Penyusunan
sebuah neraca saldo pada akhir suatu periode akuntansi merupakan tahap
pengikhtisaran atau ringkasa.

b)

Ayat Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian biasanya berisi berbagai transaksi terlupakan, misalnya saja
akumulasi peneyusutan kendaraan. Misalnya, waktu mobil di beli 100.000.000,
sudah barabg tentu setelah setahun atau setelah siklus akuntasi berakhir harga
mobil itu masih 100.000.000, tentu harganya susut. Mengecek berbagai
persediaan yang ada dan sebagainya. Transaksi inilah kemudian di catat dalam
buku besar kemudian menghasilkan sebuah neraca baru
Anggaran mengenai kebenaran jumlah-jumlah dalam neraca saldo tidak
berlaku untuk semua perkiraan. Ada beberapa perkiraan tidak mencerminkan
keadaan yang sebenarnya. salah satu penyebabnya ialah belum dibuatnya
dokumen pada akhir periode sehingga transaksi belum dicatat.
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat karena :
1.suatu transaksi sudah terjadi tetapi belum dicatat dalam perkiraan
2. transaksi sudah dicatat, tetapi saldonya perlu dikoreksi
Ayat jurnal penyesuaian (adjusting journal entries) terhadap perkiraanperkiraan tertentu, dibuat untukmengoreksi perkiraan-perkiraan tersebut
sehingga mencerminkan keadaan harta, utang, modal, pendapatan dan beban
yang sebenarnya.
Beberapa transaksi yang terjadi di akhir periode dan perlu dibuatkan jurnal
penyesuaiannya adalah :

Penyusutan aktiva tetap
Misal : mesin, peralatan, kendaraan dan gedung. Nilai atau jumlah yang dicatat
adalah sebesar yang disusutkan.

c)

Neraca Lajur

Adalah kertas berkolom (neraca lajur) yang digunakan sebagai kertas kerja
dalam penyesuaian laporan keuangan. Penggunaan kertas kerja dapat
mengurangi kesalahan. Di samping itu, kertas kerja juga dapatdigunakan untuk
memeriksa ketepatan perhitungan yang dilakukan dan
memungkinkan penyesuaian daftar secara logis.
Di dalam kertas kerja memuat kolom-kolom yang terdiri dari :
Neraca saldo, Penyesuaian, Neraca saldo setelah penyesuaian, Rugi/laba dan
Neraca. Masing-masing kolom terdiri dari debet dan kredit.
a. Isilah kolom neraca saldo dengan angka-angka dari saldo masing-masing
buku besar.
b. Pindahkan angka-angka yang terdapat dalam ayat jurnal penyesuaian ke
dalam kolom penyesuaian.Jika nama akun belum tercantum di dalam kolom
nama akun, tulislah nama akun yangbarudibawah jumlah neraca saldo.
c. Hitunglah neraca saldo penyesuaian untuk data yang mengalami
penyesuaian, sedangkan jika tidak mengalami penyesuaian, tuliskan saja
angka-angka dari kolom neraca saldo sesuai debet dan kreditnya.
d. Pindahkan angka-angka neraca saldo penyesuaian untuk kelompok rekening
beban dan pendapatan ke kolom Rugi/laba. Hitunglah selisih jumlah
pendapatan dan jumlah beban. Hasilnya merupakan laba(pendapatan > beban)
dan rugi (pendapatan < beban)
e. Pindahkan angka-angka neraca saldo penyesuaian untuk kelompok harta,
utang, modal, prive dan akumulasi penyusutan ke kolom neraca.
Bentuk Kertas Kerja

Pada umumnya kertas kerja yang digunakan dapat berbentuk 6 kolom, 8
kolom, 10 kolom dan 12.
Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh-contoh bagan berikut :
1. Bentuk kertas kerja 6 kolom
2. Bentuk kertas kerja 8 kolom

3. Bentuk kertas kerja 10 kolom

4. Bentuk kertas kerja 12 kolom

d)

Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah melakukan jurnal dan penutupan terhadap perkiraanperkiraan yang mempengaruhi Laporan rugi laba seperti pendapatan, biaya
dan sebagainya.
Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi
untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.
Akibat penutupan ini maka rekening–rekening ini pada awal periode akuntansi
saldonya nol.
Terdapat 4 (empat) jurnal penutup yang harus dibuat yaitu:
a)

Menutup rekening Pendapatan
Rekening

Debet Kredit

Pendapatan

xxx

Ikhtisar Rugi/Laba

b)

xxx

Menutup rekening Beban
Rekening

Debet Kredit

Ikhtisar Rugi/Laba xxx
Beban

c)

xxx

Menutup rekening Ikhtisar Rugi/Laba
Rekening

Debet Kredit

Ikhtisar Rugi/Laba xxx
Modal

d)

Menutup rekening Prive
Rekenin
g

Debet Kredit

Modal

xxx

Prive

e)

xxx

xxx

Menutup Akun Buku Besar

Adalah memindakan sisa akun nominal/sementara ke akun ekuitas (Laba
ditahan untuk perseroan terbatas)sehingga akun nominal menjadi
tertutup(bersisa nol) dan akun ekuitas menunjukkan sisa yang sebenarnya.
Secara teknis akuntansi,pemindahan tersebut dilakukan dengan membuat
jurnal penutup kemudian di-posting/ dipindakan kea kun buku besar setelah
itu ditutup dan dibuatlah neraca sisa setelah penutupan.
Tujuan Menutup Buku Besar
Ø Menghitung laba rugi untuk periode yang bersangkutan
Ø Memisahkan transaksi pendapatan dan beban tahub tertentu dengan tahun
berikutnya
Ø Mendapatkan neraca akhir ( neraca sisa setelah penutupan ) yang akan
merupakan neraca awal tahun berikutnya

Ø Memisahkan perangkat pencatatan (buku) tahun tertentu dengan tahun
berikutnya sehingga memudahkan pemeriksaan
Langkah-langkah Penutupan
Menyusun jurnal penutupan dengan cara berikut ini:
ü Memindahkan saldo akunpendapatan kea kun laba rugi atau ikhtisar laba
rugi,dengan mendebit akun pendapatan sebesar saldonya dan mengkredit
akun laba rugi
ü Memindahkan saldo akun beban ke akun laba rugi dengan mengkredit akun
beban sebesar saldonya dan mendebit akun laba rugi
ü Memindahkan saldo akun laba rugi kea kun ekuitas (laba ditahan untuk
perseroan terbatas)
ü Jika saldo menunjukan laba,akun laba rugi didebet dan akun ekuitas dikredit
ü Jika saldo menunjukkan rugi,akun laba rugi dikredit dan ekuitas di debet
ü Memindahkan akun prive kea kun ekuitas dengan mengkredit akun prive
dan mendebit akun ekuitas
ü Memindahkan jurnal penyesuaian kea kun buku besar
ü Memindahkan jurnal penutupo kea kun buku besar
ü Member garis dua pada akhir baris akun nominal yang berarti akun tersebut
telah ditutup dan tidak berlaku lagi untuk tahun berikutnya

f)

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Setelah semua akun nominal ditutup dan dipindahkan ke akun modal pemilik
maka langkah berikutnya dari siklus akuntansi, yaitu menyusun neraca saldo
setelah penutupan (after closing trial balance). Tujuan penyusunan neraca
saldo setelah penutupan (after closing trial balance), yaitu untuk meyakinkan
bahwa keseimbangan posisi keuangan tetap terjaga. Hal ini berguna untuk
memulai siklus akuntansi pada periode akuntansi berikutnya.

Cara penyusunan neraca saldo setelah penutupan sama dengan neraca saldo
biasa, hanya yang dicantumkan di dalamnya ialah akun-akun yang termasuk

akun riil. Berikut ini contoh neraca saldo setelah penutupan untuk kasus Eva
Salon.

g)

Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik berisi tentang berbagai biaya yang mempengaruhi rugi laba
yang saldonya di kembalikan karena masih ada sisa dalam biaya tersebut.
Contohnya Beban Sewa di bayar di muka dan beban perlengkapan yang telah
di tutup tetapi kenyataannya masih ada perlengkapan yang tersisa.
Jurnal balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari
sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat
opsional namun jika dilakukan memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal
penyesuaian dilakukan reversing entries. Jurnal penyesuian yang dibalik
adalah:
1.

Hutang biaya

2.

Piutang Pendapatan

3.

Pendapatan Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan

4.

Biaya Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya)

Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan ikhtisarnya saja sebagai
berikut:

No. Jenis AJP

Ayat Jurnal Penyesuaian

Jurnal Balik

1.

Biaya Gaji

Hutang Gaji

Hutang Biaya

Hutang Gaji
2.

Piutang Bunga

10
0

Piutang Bunga 15
0
Pendapatan
Bunga

100

100 Biaya Gaji

150

Pendapatan
Bunga
Piutang Bunga

100
150
150

3.

4.

Pendapatan
Diterima
Dimuka

Pendapatan
Tiket

Biaya Dibayar
Dimuka

Sewa Dibayar
Dimuka

Pendapatan
Tiket DD

Beban Sewa

IV.
a)

20
0

200

Pendapatan
Tiket DD

200
200

Pendapatan
Tiket
90
0

Beban Sewa

900

900 Sewa Dibayar
Dimuka

900

TAHAP PELAPORAN
Laporan Laba/Rugi

laporan laba rugi adalah laporan yang merupakan bagian dari laporan
keuangan yang memuat informasi mengenai hasil operasi perusahaan, baik itu
pendapatan dan pengeluaran selama peride tertentu.
Laporan laba-rugi ini cukup penting keberadaannya, karena laporan ini dapat
dijadikan alat untuk memprediksi arus kas dimasa mendatang, banyak pemekai
laporan keuangan yang memakai laporan laba-rugi ini untuk memprediksi arus
kas masa depan, seperti para investor dan kreditor. para investor dan kreditor
perlu untuk memprediksi arus kas perusahaan masa depan sebelum mereka
menyuntikkan dana mereka ke perusahaan tesebut, tentu saja para investor
dan kreditor tidak mau menyuntikkan dana kepada perusahaan yang mereka
nilai arus kas atau kenerjanya jelek dan mengandung resiko yang terlalu besar.
Laporan ini hanya memuat akun pendapatan dan beban.
b)

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah bagian dari laporan dengan yang mencatat
informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama
kurun waktu tertentu.
Unsur-unsur laporan perubahan modal biasanya dari modal awal, laba/rugi
bersih, prive, penambahan modal, dan hasil akhir (perubahan modal akhir per
periode = modal awal + (laba bersih — prive)).
1. Modal awal adalah keseluruhan dana yang diinvestasikan untuk
perkembangan atau kemajuan perusahaan mulai dari awal perusahaan

tersebut berdiri sampai waktu tertentu di mana belum terjadi penambahan
modal.
2. Laba/rugi bersih adalah selisih dari semua penghasilan dengan jumlah
semua beban, sebagaimana yang tercatat di dalam laporan laba/rugi.
3. Prive adalah penarikan sejumlah modal oleh direktur (pemilik
perusahaan) atau pihak-pihak yang menanam modal untuk keperluan pribadi
atau keperluan lain di luar kegiatan usaha utama perusahaan.
4.

Penambahan modal adalah selisih antara laba bersih dengan prive.

c)

Neraca

Neraca adalah salah satu komponen laporan keuangan yang menggambarkan
posisi keuangan suatu entitas pelaporan pada tanggal tertentu. Yang dimaksud
dengan posisi keuangan adalah posisi aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Aset
adalah sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial
yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah, dan dapat diukur dalam
satuan uang. Sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan
jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena
alasan sejarah dan budaya juga termasuk dalam pengertian aset. Contoh aset
antara lain kas, piutang, persediaan, dan bangunan.
Berikut saya berikan salah satu contoh Neraca yang sederhana:
Neraca Model Skontro

NERACA PT ALI
Per 31 Desember 2015
Aktiva

Kewajiban dan Ekuitas

Kas

Rp
xxx

kewajiban

Piutang

Rp
xxx

Utang Jangka
Pendek

Rp
xxx

Persediaan

Rp
xxx

Utang Jangka
Panjang

Rp
xxx

Total Aset
Lancar

Rp
xxx

Aktiva Tetap

Total Kewajiban

Rp
xxx

Ekuitas

Tanah

Rp
xxx

Modal

Rp
xxx

Bangunan

Rp
xxx

Laba Ditahan

Rp
xxx

Total Aset Tetap

Rp
xxx

Total Equitas

Rp
xxx

TOTAL AKTIVA

Rp
xxx

TOTAL PASIVA

Rp
xxx

Neraca Model Stafel

NERACA PT ALI
Per 31 Desember 2015
Harta
Kas

Rp xxx

Piutang

Rp xxx

Persediaan

Rp xxx

Total Aset Lancar

Rp xxx

Aktiva Tetap
Tanah

Rp xxx

Bangunan

Rp xxx

Total Aset Tetap

Rp xxx

Total Harta

Rp xxx

Kewajiban dan Ekuitas
kewajiban
Utang Jangka Pendek

Rp xxx

Utang Jangka Panjang Rp xxx
Total Kewajiban

Rp xxx

Ekuitas
Modal

Rp xxx

Laba Ditahan

Rp xxx

Total Ekuitas

Rp xxx

Total Kewajiban dan Ekuitas

Rp xxx

d)

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows)
adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada
suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas)
perusahaan.
e)

Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan adalah catatan tambahan dan informasi yang
ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan
informasi kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan
Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan
keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi
keuangan perusahaan. Catatan atas Laporan Keuangan dapat mencakup
informasi tentang hutang , kelangsungan usaha , piutang , kewajiban

kontinjensi , atau informasi kontekstual untuk menjelaskan angka-angka
keuangan (misalnya untuk menunjukkan gugatan).

Judul: Siklus Akuntansi

Oleh: Angga Angga


Ikuti kami