Teori Akuntansi Pendapatan

Oleh Angel Liana

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Teori Akuntansi Pendapatan

Pendapatan
A. PENGERTIAN PENDAPATAN
Menurut PSAK No. 23 paragraf 6, pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat
ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk
tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
Menurut SFAC No.6, pendapatan adalah arus masuk atau penambahan lainnya pada
aktiva suatu satuan usaha atau penyelesaian kewajiban-kewajibanya (atau kombinasi
keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang
merupakan kegiatan utama atau pusat dari satuan usaha yang berkesinambungan.
Menurut FASB yang dikutip oleh harahap (1999:58) definisi pendapatan adalah arus
masuk atau peningkatan nilai aset dari suatu entitas atau penyelesaian kewajiban dari entitas
atau gabungan dari penyerahan/produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan
lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan.
Melihat definisi tersebut, maka pendapatan akan diakui dalam laporan laba rugi
kalau kenaikan manfaat ekonomi pada masa depan yang berkaitan dengan peningkatan
aktiva atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Ini berarti
bahwa pengakuan pendapatan terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan aktiva atau
penurunan kewajiban (misalnya kenaikan bersih aktiva yang timbul dari penjualan barang
atau jasa atau penurunan kewajiban yang timbul dari pembebasan pinjaman).
Menurut SFAC No 6, Gains adalah peningkatan dalam ekuitas (aset bersih) dari
transaksi sampingan atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi dan kejadian lain
yang memengaruhi entitas selain yang diakibatkan dari pendapatan atau investasi oleh
pemilik.
Terdapat dua kata yang sering disebut dalam definisi yaitu ekuitas dan entitas.
Ekuitas adalah modal yang diinvestasikan dalam suatu usaha (ekuitas dalam akuntansi
merupakan penambahan dari profit selama tahun berjalan dengan modal mula-mula). Dalil
entitas menganggap bahwa setiap perusahaan adalah suatu unit akuntansi yang terpisah dan
berbeda dari pemiliknya dan dari perusahaan-perusahaan lainnya.

B. KARAKTERISTIK PENDAPATAN


Aliran masuk atau aliran aset adalah jumlah aset baru yang diterima dari konsumen,
aliran dana dari konsumen, kenaikan laba ekonomi, laba penjualan aset.



Kegiatan yang mempresentasi operasi utama atau sentral yang terus menerus adalah
pendapatan dari kegiatan normal perusahaan biasanya diperoleh dari hasil penjualan
barang atau jasa yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan.



Pelunasan, penurunan, atau pengurangan kewajiban dimana suatu entitas mengalami
kenaikan aset sebelumnya, misalnya menerima pembayaran di muka dari pelanggan,
pengiriman barang, atau pelaksanaan jasa akan mengurangi kewajiban yang
menimbulkan pendapatan. Jadi kenaikan aset, pendapatan dapat diartikan sebagai
penurunan kewajiban.



Suatu entitas maksudnya adalah pendapatan didefinisi sebagai kenaikan aset bukannya
kenaikan ekuitas bersih meskipun kenaikan aset tersebut akhirnya berpengaruh terhadap
kenaikan ekuitas bersih.



Produk perusahaan maksudnya dimana aliran aset dari pelanggan berfungsi hanya
sebagai pengukur, tetapi bukan pendapatan itu sendiri. Produk fisik yang dihasilkan
oleh kegiatan usaha itulah yang merupakan pendapatan. Produk merupakan pencapaian
dari tiap kegiatan produktif. Pendapatan merupakan aliran masuk aset (unit moneter)
dan hal tersebut berkaitan dengan aliran fisis berupa penyerahan produk (ouput)
perusahaan.



Pertukaran produk, harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat ke dalam
system pembukuan. Satuan moneter yang paling objektif adalah jika jumlah rupiah
tersebut merupakan hasil transaksi atau pertukaran antara pihak independen.



Menyandang beberapa nama atau mengambil beberapa produk, dimana pendapatan
merupakan konsep yang bersifat generik dan mencakupi semua pos dengan berbagai
bentuk dan nama apapun.

C. SUMBER-SUMBER PENDAPATAN
Soemarso SR mengatakan pendapatan dalam perusahaan dapat diklasifikasikan
sebagai pendapatan opeerasi dan non operasi. Pendapatan operasi adalah pendapatan yang

diperoleh dari aktivitas utama perusahaan. Sedangkan, pendapatan non operasi adalah
pendapatan yang diperoleh bukan dari kegiatan utama perusahaan.
Jumlah nilai nominal aktiva dapat bertambah melalui berbagai transaksi tetapi tidak
semua transaksi mencerminkan timbulnya pendapatan. Dalam penentuan laba adalah
membedakan kenaikan aktiva yang menunjukkan dan mengukur pendapatan kenaikan
jumlah nilai nominal aktiva dapat terjadi dari:


Transaksi modal atau pendapatan yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang
ditanamkan oleh pemegang saham.



Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa “barang dagangan” seperti aktiva tetap,
surat-surat berharga, atau penjualan anak atau cabang perusahaan.



Hadiah, sumbangan, atau penemuan.



Revaluasi aktiva.



Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran penjualan produk.
Dari kelima sumber tambahan aktiva diatas hanya butir kelima yang harus diakui

sebagai sumber pendapatan walaupun laba atau rugi mungkin timbul dalam hubungannya
dengan penjualan aktiva selain produk sebagaimana yang disebutkan dalam butir kedua.
D. KONSEP PENDAPATAN
Ada dua konsep yang sangat erat hubungannya dengan masalah proses pendapatan
yaitu konsep proses pembentukan pendapatan (Earning Process) dan proses realisasi
pendapatan (Realization Process).
1. Proses pembentukan pendapatan (Earnings Process)
Proses pembentukkan pendapatan adalah suatu konsep tentang terjadinya pendapatan.
Konsep ini berdasrkan pada asumsi bahwa semua kegiatan opoerasi yang diperlukan dalam
rangka mencapai hasil, yang meliputi semua tahap kegiatan produksi, pemasaran, maupun
pengumpulan piutang, memberikan kontribusi terhadap hasil akhir pendapatan berdasarkan
perbandingan biaya yang terjadi sebelum perusahaan tersebut melakukan kegiatan produksi.
2. Proses realisasi pendapatan (realization process)
Proses realisasi pendapatan adalah proses pendapatan yang terhimpun atau terbentuk
sesudah produk selesai dikerjakan dan terjual atas kontrak penjualan. Jadi, pendapatan

dimulai dengan tahap terakhir kegiatan produksi, yaitu pada saat barang atau jasa dikirimkan
atau diserahkan kepada pelanggan. Jika, kontrak penjualan mendahului produksi barang atau
jasa maka pendapatan belum dapat dikatakan terjadi, karena belum terjadi proses
penghimpunan pendapatan.
E. PENILAIAN PENDAPATAN
Standar Akuntansi memberikan pedoman dasar penilaian yang dapat digunakan
untuk menentukan berapa rupiah yang diperhitungkan dan dicatat pertama kali dalam suatu
transaksi atau berapa jumlah rupiah yang harus diletakkan pada suatu akun dalam laporan
keuangan.
Ada empat dasar dalam penilaian pendapatan antara lain sebagai berikut:
1. Biaya Historis (historical cost): aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara
kas) yang dibayar sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh
aktiva tersebut pada saat perolehan.
2. Biaya Kini (current cost): aktiva dinilai dalam wujud kas (atau setara kas) yang
seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara yang diperoleh sekarang.
3. Nilai realisasi atau penyelesaian (realization/settlement value): Aktiva dinyatakan
dalam jumlah kas (atau setara kas) yang sama atau setara aktiva yang sekarang
dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal (orderly disposal).
4. Nilai sekarang (present value): Aktiva dinyatakan sebesar kas masuk bersih dimasa
depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat
memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal.
F. PENGUKURAN PENDAPATAN
Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi
sehingga jumlah tersebut terefleksi dalam statement keuangan. Secara konseptual
pendapatan hanya dapat diakui kalau memenuhi kualitas keterukuran (measurability) dan
keterandalan (reliability).
Ikatan Akuntan Indonesia (2002:23) memberikan ketentuan mengenai pengukuran
pendapatan yang dinyatakan dalam Standar Akuntansi Keuangan yang isinya sebagai
berikut: “Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang dapat diterima, jumlah

pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara
perusahaan pembeli atau pemakai perusahaan tersebut. Jumlah tersebut, dapat diukur dengan
nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah
diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan perusahaan”.
G. PENGAKUAN PENDAPATAN
Ikatan Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
No. 23 menjelaslan kapan suatu pendapatan diakui adalah sebagai berikut:
1. Pendapatan dari transaksi penjualan produk diakui pasa saat tanggal penjualan, biasanya
merupakan tanggal penyerahan produk kepada pelanggan.
2. Pendapatan atas jasa yang diberikan oleh perusahaan jasa diakui pada saat jasa tersebut
telah dilakukan dapat dibuat fakturnya.
3. Imbalan yang diperoleh atas penggunaan aktiva sumber-sumber ekonomi perusahaan
oleh pihak lain, seperti pendapata bunga, dan royalty diakui sejalan dengan berlakunya
waktu atau pada saat digunakan aktiva yan bersangkutan.
4. Pendapatan dari penjualan aktiva diluar barang dagangan seperti penjualan aktiva tetap
atau surat berharga diakui pada saat tangal penjualan.
Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat
diterima. Pada umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas. Bila arus masuk
dari kas atau setara kas ditangguhkan, nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari
jumlah nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima. Berkaitan dengan masalah
pendapatan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang prinsip pengakuan
pendapatan yang menyatakan bahwa pendapatan harus diakui dalam laporan keuangan
ketika:
1. Pendapatan dihasilkan, dan
2. Pendapatan direalisasi atau dapat direalisasi.
Pengakuan pendapatan mendapat kendala yaitu proses penentuan kapan pendapatan
dapat diakui dan dilaporkan untuk suatu periode tertentu dan berapa jumlahnya, proses
penetuan waktu dan besarnya pendapatan yang diakui ini berkaitan dengan konsep realisasi
pendapatan (Revenue Realization).

Eldon S HEndriksen mengutip pernyataan American Accounting Association
Committee on Concept and Standard External Reporting mengenai realisasi ini yaitu:
“Realisasi bukan suatu determinan dalam konsep laba, realisasi hanya berfungsi sebagai
pedoman memutuskan kapan kejadian yang jika dipecahkan sebagai termasuk dalam laba
objektif yaitu apabila ketidakpastian telah sampai tingkat yang dapat diterima”. Secara
teoritik titik waktu dari pengakuan pendapatan dapat dilakukan pada berbagai saat, yaitu:
1. Pengakuan pendapatan diakui pada saat proses produksi.
2. Pengakuan pendapatan diakui pada saat selesainya produksi.
3. Pengakuan pendapatan diakui pada saat penjualan.
4. Pengakuan pendapatan diakui pada saat penerimaan kas
H. REALISASI PENDAPATAN
Pendapatan baru dapat dikatakan terjadi atau terbentuk pada saat terjadi kesepakatan
atau kontrak dengan pihak independen (pembeli) untuk membayar produk baik produk telah
selesai dan diserahkan atau maupun belum dibuat sama sekali. Pendapatan terbentuk pada
saat produk selesai dikerjakan dan terjual langsung atau pada saat terjual atas dasar kontrak
penjualan.
I. PENGUNGKAPAN PENDAPATAN
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 mengenai
pengungkapan pendapatan, perusahaan harus mengungkapkan sebagai berikut:
1. Kebijakan akuntansi yang dianut untuk pengakuan pendapatan termasuk metode yang
dianut untuk menentkan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa.
2. Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan diakui selama periode tersebut
termasuk pendapatan dari:
a) Penjualan barang.
b) Penjualan jasa.
c) Bunga.
d) Dividen, dan
e) Royalty.

J. KRITERIA PENGAKUAN PENDAPATAN
Pengakuan pendapatan yang diajukan oleh Financial Accounting Standard Board
(FASB) ada dua kriteria yaitu sebagai berikut:
1. Pendapatan baru diakui jika jumlah pendapatan terealisasi atau cukup pasti akan
segera terealisasi.
2. Pendapatan baru dapat diakui jika pendapatan tersebut sudah terbentuk atau
terhimpun.
K. METODE PENCATATAN PENDAPATAN
Metode dalam pencatatan pendapatan terdiri dari dua metode, yaitu sebagai berikut:
metode berbasis kas (cash basis method) dan metode aberbasis akrual (accrual basis
method).
1. Metode cash basis
Suatu sistem dimana pendapatan belum diakui sebelum pendapatan tersebut
belum diterima. Metode ini banyak digunakan pada perusahaan kecil dan orang-orang
yang menjual jasa, pada umumnya adalah orang-orang yang memiliki keahlian tertentu.
2. Metode accrual basis
Metode pencatatan pendapatan, dimana pendapatan itu dicatat pada saat sudah
terjadi hak tanpa memperhatikan pendapatan tersebut diterima. Keuntungan metode ini
adalah karena metode ini sangat teliti dalam pengukuran keuntungan (dalam laporan
laba rugi) dan neraca selisih.
L. METODE PENGAKUAN PENDAPATAN UNTUK PENJUALAN JASA
Ada empat metode pengakuan pendapatan untuk perusahaan yang kegiatannya
sebagian besar dalam penjualan jasa dibandingkan produksi yaitu sebagai berikut:
1. Metode kinerja khusus
Metode ini digunakan untuk penapatan jasa yang dihasilkan dengan melakukan
aksi tunggal. Sebagai contoh: seorang dokter gigi menghasilkan pendapatan atas
penyelesaian penambalan gigi.
2. Metode Kinerja Profesional
Metode ini digunakan untuk mengakui pendapatan jasa yang dihasilkan oleh lebih
dari satu aksi tunggal dan hanya ketika jasa melebihi satu periode akuntansi.

3. Metode Kinerja Selesai
Metode ini digunakan untuk mengakui pendapatan jasa yang dihasilkan dengan
melakukan serangkaian tindakan dimana yang terakhir sangat penting dalam
hubungannya dengan total transaksi jasa dimana pendapatan jasa dianggap telah
dihasilkan hanya setelah tindakan terakhir terjadi. Metode ini serupa dengan metode
kontrak selesai, yang digunakan untuk kontrak jangka panjang.
4. Metode Penagihan
Metode ini digunakan untuk pendapatamn jasa ketika ketdakpastian penagihan
sangat tinggi atau estimasi beban yang terkait dengan pendapatan tidak dapat dipercaya
sehingga persyaratan reliabilitas tidak dipenuhi. Pendapatan diakui hanya ketika kas
diperoleh. Metode ini serupa dengan metode pemulihan biaya yang digunakan untuk
penjualan produk.

Pembagian Anggota :
Materi : Stevani Angelina M (15120001), Nimas Putri K (15120013), Hans Christian
(15120002)
Presentasi: Birgita E (15120028), Hyronimus Raymond (15120008), Valentino Albert
(15120004)
Pertanyaan: Vincentia Cindy (15120015), Anggreani Natalia (15120009)
Soal 1
Penerapan konsep realisasi biasanya pendapatan akan diakui pada saat penjualan, diminta:
a.

Jelaskan dengan argument yang kuat tentang pengakuan pendapatan pada saat penjualan!

b.

Sebutkan dan jelaskan pengakuan pendapatan setelah penjualan!
Jawab:

a. Laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari suatu perusahaan
selama periode tertentu. Informasi tentang kinerja perusahaan, terutama tentang profitabilitas,
dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola oleh suatu
perusahaan di masa yang akan datang. Informasi tersebut juga seringkali digunakan untuk
memperkiraka kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan kas dan aktiva yang
disamakan dengan kas di masa yang akan datang. Informasi tentang kemungkinan perubahan
kinerja juga penting dalam hal ini
b. Ada beberapa keberatan yang sering diajukan terhadap pengakuan pendapatan

atas dasar

penjualan yaitu:
1.Keberatan utama terhadap pemakaian dasar penjualan adalah bahwa sebelum penjualan
itu dilunasi dan dianggap selesai, hasil akhir penjualan itu sendiri menjadi tidak pasti. Ada
kemungkinan barang dikembalikan dan tidak seluruh piutang dapat tertagih.Disamping itu
terdapat juga biaya-biaya yang timbul setelah penjualan, misalnya biayaadministrasi, biaya
pengganti suku cadang yang rusak akibat pengiriman dan lain-lain.
2. Bahwa piutang pada umumnya yaitu aktiva baru yang mendukung timbulnya pendapatan
yang diakui atas dasar penjualan kredit, tidaklah merupakan aktiva

yang mempunyai

daya beli yang nyata dan oleh karenanya bukan merupakan pendukung yang memadai
terhadap pendapatan yang terealisasi.

Soal 2
Selain sebagai kenaikan aset, mengapa pendapatan juga didefinisi sebagai penurunan kewajiban?
Jawab : Pendapatan tidak hanya didefinisi dari sudut kenaikan asset tetapi juga dari penurunan
atau pelunasan kewajiban. Hal ini terjadi bila suatu entitas telah mengalami kenaikan asset
sebelumnya misalnya menerima pembayaran di muka dari pelanggan. Penerimaan ini bukan
merupakan pendapatan karena perusahaan belum melakukan prestasi yang menimbulkan hak
penuh atas asset yang diterima. Oleh karena itu penerimaan tesebut diperlakukan sebagai
pendapatan takterhak atau pendapatan tangguhan yang statusnya adalah kewajiban sampai ada
prestasi dari perusahaan.

Judul: Teori Akuntansi Pendapatan

Oleh: Angel Liana


Ikuti kami