Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan Dan Menerapkan Akuntansi Pada Hotel

Oleh Indra Adhitama

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan Dan Menerapkan Akuntansi Pada Hotel

Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan dan Menerapkan Akuntansi pada Hotel
1. Menerangkan Akuntansi
Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi akuntansi. Definisi resmi yang
mula-mula diajukan adalah definisi yang dimuat dalam Accounting Terminologi Bulletin
No.1 (1965) yang diterbitkan oleh APB yaitu suatu komite penyusun prinsip akuntansi yang
dibentuk oleh AICPA. “Accounting is the art of recording, classifying, and summarizing in a
significant manner and in terms of money, transaction and event which are, in part at least,
of financial character, and interpreting the result there off”. Akuntansi adalah seni
pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan
dengan cara yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang, dan menginterpretasikannya hasil
proses tersebut.
Karena semakin luasnya funsi akuntansi dan semakin berkembangnya praktik
akuntansi definisi di atas dirasa kurang memadai. Berdasarkan hal tersebut, komite kemudian
mengajukan revisi definisi akuntansi sebagai berikut: “Accounting is the body of knowledge
and function concerned with systematic originating, authenticating, recording, classifying,
processing, summarizing, analyzing, interpreting, and supplying of dependable and
significant information covering transactionand events which are, in part of least, of a
financialcharacter, required for the management and operationof an entity and for report
that have to submitted there on to meet fiduciary and other responsibilities”. Akuntansi
adalah seperangkat pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan,
pengabsahan, pencatatan, pengklasifikasian, dan penyajian secara sistematis informasi yang
dapat dipercaya dan berdaya guna tentang transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan
yang diperlukan dalam pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan
untuk dasar penyusunan laporan keuangan yang harus disampaikan untuk memenuhi
pertanggungjawaban pengurusan keuangan dan lainnya.
Definisi akuntansi menjadi lebih luas lagi sebagaimana yang dimuat dalam Statement
of Accounting Principle Board No.4 (1970) sebagai berikut: “Accounting is a service activity.
Its function is to provide quantitative information, primary financial in nature, about
economic entities that intended to be useful in making economic decisions”. Akuntansi
adalah kegiatan jasa. Kegiatannya adalah menyediakan informasi kuantitatif tentang unit-unit
usaha ekonomik, terutama yang bersifat keuangan yang diperkirakan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan-keputusan ekonomik.

2. Membuat bagan dan menerangkan siklus akuntansi pada usaha perhotelan

Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi akan diawali dengan pencatatan
transaksi berakhir dengan post-closing trial balance. Proses akuntansi bisa dilakukan secara
manual ataupun menggunakan aplikasi komputer. Beberapa transaksi penting dalam operasi
hotel, yaitu :
1) Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan
bagian akuntansi, transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam
buku khusus penjualan, diakhir periode akuntansi baru dibuatkan jurnal khusus
penjualan.
2) Penerimaan kas dan pengeluaran kas (cash disbursement), merupakan
transaksi dari penagihan dan penjualan tunai harian dimana hasil penagiahn,
penjualan tunai dan pengeluarankas harian dicatat dalam buku khusus yang
disebut dengan buku kas dan bank.
3) Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan
bagian akuntansi, transaksi harian pembelian produk dan jasa dicatat buku
khusus pebelian, diakhir periode akuntansi dibuatkan jurnal khusus pembelian.
4) Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian
personalia membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai dengan
departemen dimana karyawan tersebut bekerja.

Dasar akuntasi untuk usaha hotel menggunakan double-entry bookkeeping, dimana
setiap entry data harus ada yang sama dan yang berlawanan sehingga hasilnya akan sama.
Siklus akuntansi secara umum pada perhotelan:
1) Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi
saldo debet dan kredit.
2) General ledger, mencatat pengelompokan secara kolektif dari akun
individual.
3) Trial balance, menunjukan daftar saldo akun dalam suatu periode.

4) Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang
biasanya disiapkan pada akhir periode akuntansi, bisa secara bulanan atau
tahunan.
3. Membuat bagan dan menerangkan rerangka konseptual akuntansi
FASB telah menerbitkan Statement of Financial Accounting Concepts yang
berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:
a. SFAC No.1, “Obyectives of Financial Reporting By Business Enterprise”
b. SFAC No.2, “Qualitative Characteritics of Accounting Information”
c. SFAC No.3, “Elements of Financial Statements of Business Enterprises”
d. SFAC No.5, “Recognition and measurement I financial statements of Business
Enterprise”
e. SFAC No.6, “Elements of Financial Statements”
f. SFAC No.7, “Using cash flow information and present value in accounting
Measurements”
g. SFAC No.8, “Conceptual framework for Financial reporting”

4. Menerangkan dan membedakan sistem dan prosedur akuntansi
Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan, yaitu: pendekatan prosedur dan
pendekatan komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan dari prosedurproseduryang dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Bisa dikatakan sistem akuntansi terdiri dari subsistem yang saling berkaitan. Cecil Gillespie
(1971) menyatakan bahwa sistem akuntansi terdiri dari:
1. Subsistem akuntansi Utama
2. Subsistem penjualan dan penerimaan uang
3. Subsistem penjualan dan pengeluaran uang
4. Subsistem pencatatan waktu dan penggajian
5. Subsistem produksi dan biaya produksi
Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu:

1) Komponen Input
Input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah oleh sistem
informasi. Data sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen
dasar. Fungsi dokumen dasar, yaitu:
a. Untuk menunjukan jenis dari data yang dikumpulkan.
b. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.
c. Data disebutkan satu persatu, sehingga data akuntansi akan lengkap.
d. Sebagai alat pendistribusi data antar departemen, karena tembusan atau
copynya diberikan ke departemen lain.
e. Sebagai pembuktian bahwa transaksi tersebut sah, sehingga sangat berguna
audit trail.
f. Dapat digunakan sebagai buck up dari file-file komputer.

2) Komponen Model
Model-model yang digunakan dalam sistem informasi dapat berupa model
logika dan model matematika.
3) Komponen Output
Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data yang ada di
data base dan diproses menggunakan model tertentu.
4) Komponen data base
Data base adalah kumpulan dari data base yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan
perangkat lunak untuk memanipulasinya.
5) Komponen Teknologi
Tekonologi merupakan komponen yang penting dari sistem informasi.
6) Komponen Kontrol
Komponen kontrol diperlukan untuk menjamin bahwa informasi yang
dihasilkan dari sistem informasi adalah informasi yang akurat. Pengendalian
umum dapat terdiri dari:
a. Pengendalian organisasi
b. Pengendalian dokumentasi
c. Pengendalian perangkat keras

d. Pengendalian keamanan fisik
e. Pengendalian keamanan data
f. Pengendalian komunikasi

5. Menerangkan SPI di perhotelan (unsur-unsur SPI, lingkup SPI, merancang SPI)
Terdapat beberapa elemen yang merupakan ciri pokok dari sistem pengendalian intern
yang baik, yaitu:
1. Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional
secara tepat dan tegas.
2. Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik untuk
melakukan pengawasan akuntansi yang cukup terhadap harta milik
perusahaan, hutang, pendapatan dan biaya.
3. Adanya praktik yang sehat didalam menjalankan tugas dan funsi disetiap
bagian dalam organisasi.
4. Tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan funsi, tugas dan
tanggungjawabnya.
5. Adanya pengecekan independen.
Struktur pengendalian intern menurut CoCo terdiri dari lima komponen yakni:
a) Lingkungan pengendalian (control environment)
b) Penilaian resiko (risk ussessement)
c) Aktivitas pengendalian (control activities)
d) Informasi dan komunikasi (information and communication)
e) Pemantauan (monitoring)
The Canadian Institute of Chartered Accountants Criteria of Control Committee
(CoCo) memfokuskan diri pada empat pertanyaan utama yakni:
1) Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar?
2) Apakah perusahaan tersebut mempunyai aktivitas pengendalian yang
memadai?

3) Apakah perusahaan tersebut mempunyai kapabilitas, komitmen dan
lingkungan yang tepat?
4) Apakah perusahaan tersebut melakukan monitoring, pembelajaran dan
mengadaptasi?

CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut
yakni:
1) PURPOSE
2) COMMITMENT
3) CAPABILITY
4) MONITORING AND LEARNING

6. Menerangkan struktur Organisasi di Departemen Akuntansi
o

General cashier

o

Cashier outlet

o

Income auditor

o

Night audit

o

Credit

o

Account receivable

o

Account payble

o

Cost control

o

Personalia

o

Electronic data processing

o

Purchasing

o

Storeroom

o

Accounting/bookeeper

Referensi
http://meweks.blogspot.co.id/2011/12/akuntansi-hotel.html
http://id.scribd.com/doc/150662685/Akuntansi-Perhotelan#scribd

Judul: Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan Dan Menerapkan Akuntansi Pada Hotel

Oleh: Indra Adhitama


Ikuti kami