Seminar Akuntansi !

Oleh Dian Nugraha

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Seminar Akuntansi !

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Ekonomi Islam atau Ekonomi berbasis Syariah adalah sebuah sistem ekonomi
yang memiliki tujuan utama untuk kesejahteraan umat. Sistem ekonomi syariah
berpedoman penuh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hukum-hukum yang melandasi
prosedur transaksinya sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat, sehingga tidak
ada satu pihak yang merasa dirugikan. Kesejahteraan masyarakat dalam Ekonomi
Islam tidak hanya diukur dari aspek materilnya, namun mempertimbangkan dampak
sosial, mental dan spiritual individu serta dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan.

Syariat Islam mengatur segala hal yang berkaitan dengan kegiatan ekonomis
manusia, sehingga tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan dunia, tetapi juga
kebahagiaan di Akhirat kelak. Dalam memenuhi keperluan hidup, syariat Islam
menganjurkan untuk saling bekerjasama dan tolong menolong selama dalam hal
kebaikan dan terhindar dari kemungkaran. Dalam bisnis-bisnis konvensional, segala
sesuatunya mengacu pada satu titik, yaitu mendapat keuntungan materil. Dampak
yang ditimbulkan dari tujuan awal bisnis konvensional menyebabkan pelaku bisnis
cenderung untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sehingga kurang
memperhatikan dampak yang di timbulkan bagi individu lain. Hal ini sangat berbeda
dengan bisnis-bisnis yang dilandasi atas hukum Islam. Implementasi dari bisnis yang
berbasis syariah tidak hanya berfokus pada mencari keuntungan/laba secara materil,
namun aspek keuntungan non-materil yaitu, kesabaran, kesukuran, kepedulian, serta
menjauhkan diri dari sifat kikir dan tamak. Bisnis yang dilandasi oleh syariah dapat
menjauhkan pebisnis dari perbuatan tercela, penipuan, merusak lingkungan, dan
perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungannya.
Syariah merupakan aturan Allah SWT tentang pelaksanaan diri secar total. Melalui proses
ibadah dalam hubungannya sesama mahluk. Secara garis besar syariah meliputi 2 hal pokok
yaitu ibadah dalam arti kusus atau ibadah mahdah dan ibadah dalam arti umum atau

muamalah atau ibadah ghair mahdah. Secara estimologis syariah berarti jalan, aturan
ketentuan atau undang-undang Allah SWT. Jadi ada aturan perilaku hidup manusia dalam
hubungannya dengan Allah SWT, sesama manusia dan alam sekitarnya untuk mencapai
keridhoan Allah SWT yaitu keselamatan dunia Akhirat.
Ada tiga sistem ekonomi yang ada yaitu Kapitalis, sosialis, dan Mix Economic. Sistem
Ekonomi tersebut merupakan sistem ekonomi yang berkembang berdasarkan pemikiran
Barat. Selain itu tidak ada diantara sistem ekonomi yang ada secara penuh berhasil di
terapkan dalam perekonomian dibanyak negara. Sistem ekonomi sosialis hancur dengan
bubarnya Uni Soviet. Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomis sosialis pada awal
90-an membuat sistem kapitalis di sanjung sebagai sistem satu-satunya yang sahih. Tetapi
ternyata, sistem ekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk. Karena banyak
negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin
kaya. Dengan katalain kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di
negara-negara berkembang. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yang
ada disebabkan oleh karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau
kekurangan yang lebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Karena
kelemahan atau kekurangan yang menonjol daripada kebaikan itulah yang menyebabkan
muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara muslim yaitu
sistem ekonomi syariah.
Ekonomi syariah dan sistem ekonomis syariah bukan untuk menyaingi sistem ekonomi
kapitalis, tetapi lebih di tujukan untuk mencari suatu sistem ekonomi yang mempunyai
kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistem ekonomi yang telah
ada.
Menurut islam kegiatan ekomoni harus sesuai dengan hukum syara’ artinya ada yang bole
dilakukan dan ada yang tidak bole dilakukan atau dengan kata lain harus ada dengan etika.
Kegiatan ekonomi bertujuan untuk kehidupan didunia. Dalam hal kepemilikan sumber daya
atau produksi, sistem ekonomi syariah memberikan kebebasan yang tinggi untuk berusaha
dan memiliki sumber daya yang ada yang berorientasi sosial dengan memberikan selft
interest yang lebih panjang dan luas. Jadi dalam sistem ekonomi syariah ada landasan etika
dan moral dalam melaksanakan semua kegiatan termasuk kegiatan ekonomi, selain harus
adanya keseimbangan dengan peran pemerintah, swasta, kepentingan dunia, dan kepentingan
akhirat dalam melakukan aktivitas ekonomi yang dilakukan.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, Lebih baik manakah antara ekonomi berbasis syariah atau
ekonomi berbasis konvensional?
TUJUAN MASALAH
Berdasarkan rumusan masalah diatas, Maka akan dijabarkan perbedaaan antara ekonomi
berbasis syariah dan berbasis konvensional.

Judul: Seminar Akuntansi !

Oleh: Dian Nugraha


Ikuti kami