Diktat Akuntansi Manajemen

Oleh Khotibul Umam

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Diktat Akuntansi Manajemen

Diktat
Akuntansi
Manajemen
Oleh: Khotibul Umam,
S.Sos.I., M.Si

Pengertian




Akutansi -> Proses pencatatan (recording),
penggolongan (classifying), pengikhtisaran
(summarizing) dan pelaporan (reporting)
data keuangan (financial data) dari suatu
perusahaan untuk kemudiaan dilakukan
analisis/interpretasi (interpreting)
Proses pengolahan data keuangan untuk
menghasilkan informasi keuangan yang
digunakan untuk memungkinkan pengambil
keputusan melakukan pertimbangan
berdasarkan informasi dalam pengambilan
keputusan.

Sudut Pandang


Kegunaannya
 Perencanaan

dan pengendaliaan perusahaan
sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
oleh manajemen.
Untuk pertanggungjawaban (accountability)




Kegiatannya




Mengidentifikasi (identify) data yang berkaitan dan
relevan untuk keputusan yang akan dibuat.
Memproses atau menganalisa (process or analyze )
data yang relevan.
Memindahkan (transform) data tersebut kedalam
bentuk informasi yang dapat digunakan dalam
pengambilan keputusan.

Sarana Utama:
Data Akuntansi

Tujuan Utama:
Membantu Keputusan

1. Manager untuk strategi perencanaan dan keputusan khusus
Data Pemecahan Masalah

Data pencatatan hasil
Data pengarahan perhatian
Data pemecahan masalah

2. Manager untuk perencanaan dan pengendalian operasi rutin

Data pencatatan hasil

3. Pihak luar untuk penanam modal, petugas pajak, pengatur, dan lainlain

Pembagian Akuntansi




Akuntansi Keuangan
Bagian dari akuntansi yang mengolah dan
memberikan informasi yang bermanfaat bagi
para pengambil keputusan mengenai posisi
keuangan dan hasil operasi bisnis.
Akuntansi Manajemen
Bagian dari akuntansi yang mengolah dan
memberikan informasi kepada manajer
dalam suatu organisasi, membantu dalam
perencanaan, pengambilan keputusan, dan
pengawasan

Pengertian Manajemen
Manajemen -> suatu proses yang
membedakan atas perencanaan,
pengorganisasian, penggerakkan
pelaksanaan dan pengawasan dengan
memanfaatkan baik ilmu maupun seni,
agar dapat menyelesaikan tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.

Fungsi Manajemen
 Planning

= perencanaan
 Organizing = pengorganisasian
 Actuating = Penggerakkan
 Controlling = Pengawasan

Konsep Akuntansi Manajemen
AK yang diperlukan dalam Manajemen
dua fungsi pokok:
Pengendalia
Perencanaan

n Aktifitas
Perusahaan

Salah satu Kegiatannya ->
pengambilan keputusan pemilihan
alternatif tindakan

Alur dalam Sistem
perencanaan
MANAJEMEN

PERENCANAAN
MEMUTUSKAN
Renc
ana
Dikor
eksi
dan
Direvi
si

SISTEM AKUNTANSI INTERN

ANGGARAN

Sumber Dokumentasi,
mis: Faktur

Catatan dan ukuran tindakan

TINDAKAN
(PELAKSANAAN)

EVALUASI
(UMPAN BALIK)

Buku Besar dan Buku
Harian

Pengelompokan Tindakan

Laporan Pelaksanaan

Laporan Tindakan,
Perbandingan anggaran
dengan hasilnya

Prinsip AK
 membantu

manajer menjalankan peran
mereka dalam melakukan kegiatan
perencanaan, pengendalian dan
pengambilan keputusan.
 Informasi akuntansi manajemen untuk
mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah, dan untuk mengevaluasi kinerja

Karakteristik
Akuntansi
Manajemen
Oleh: Khotibul Umam,
S.Sos.I., M.Si

Akuntansi manajeman sering disebut juga dengan akuntansi
manajerial. Pada prakteknya akuntansi ini menggabungkan
akuntansi keuangan dan estimasi data untuk mempermudah pihak
manajemen dalam menjalankan kegiatan operasi harian dan
dalam rangka perencanaan kegiatan operasi di masa yang akan
datang. Konsentrasi dari akuntansi manajemen ini adalah
tersedianya informasi yang relevan dan tepat waktu bagi
manajemen dan untuk pelaporan. Lain dengan akuntansi
keuangan, akuntansi manajemen tidak membatasi prakteknya
dengan standar tertentu yang harus ditaati. Prinsip dasar dari
akuntansi manajemen adalah mengumpulkan dan melaporkan
informasi yang berguna bagi manajemen. Jadi laporan akuntansi
manajemen sangat berbeda dengan akuntansi keuangan, baik
dalam isi maupun laporannya.
Akuntansi manajemen meliputi akuntansi biaya, penganggaran,
sistem informasi akuntansi, akuntansi pajak, dan audit internal.

Akutansi Manajemen




Sebagai tipe Informasi
AKMEN merupakan tipe informasi kuantitatif
yang menggunakan uang sebagai satuan
ukuran yang digunakan untuk membantu
manajemen dalam pengelolaan
perusahaan.
Sebagai tipe Akuntansi
merupakan suatu pengelolaan informasi
keuangan yang digunakan utk menghasilkan
informasi keuangan bagi kepentingan
pemakai intern organisasi

Informasi
Informasi dapat diartikan suatu fakta, persepsi
atau segala sesuatu yang dapat menambah
pengetahuan sehingga bermanfaat bagi
pemakainya.
Contoh, angka 100 bukan merupakan
informasi, jika tidak dkaitkan dengan fakta
atau persepsi lain yang lebih bermakna. Jika
dikaitkan dengan pernyataan sebagai
berikut : 100 mahasiswa yang terdaftar pada
sebuah perguruan tinggi, maka angka 100
tersebut merupakan informasi.

Tujuan dari AKMEN






menyediakan informasi yang dipergunakan
dalam perhitungan harga pokok jasa, produk
dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
Menyediakan informasi yg dipergunakan
untuk proses perencanaan, pengendalian,
evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan
keputusan

Pembeda
Akuntansi Keuangan dan Akuntasi
Manajemen












Dasar Pencatatannya
AK ->mengolah data keuangan lebih bersifat umum (berterima umum) >lebih pada Pihak Luar. AM sebaliknya
Fokus Informasinya
lebih pada pengelolaan keuangan masa lalu sebagai pertanggung
jawaban. AM -> informasi masa lalu dan masa yang akan datang
Lingkup Informasi
mengelola dan menyajikan informasi menyeluruh. AM-> lebih pada sub
bagian-bagian
Sifat laporan yang dihasilkan
lebih bersifat umum berupa ringkasan dan berisi informasi yang teliti.
AM-> lebih rinci dan unsur taksiran lebih dominan
Keterlibatan dalam perilaku manusia
lebih mementingkan pengukuran kejadian-kejadian ekonomi. AM lebih
pada pengukuran kinerja manajemen
Disiplin ilmu yang melandasi

leibh berdasar pada ilmu ekonomi, sedangkan AM berdasar
pada ilmu ekonomi dan Psikologi

Hal yang sama
1.

2.

Prinsip akuntansi umum merupakan
prinsip
pengukuran yang relevan.
Menggunakan informasi operasi yang
sama
sebagai bahan baku untuk
menghasilkan
suatu informasi.

Perilaku Biaya

Pengertian
Mengandung 2 kata yakni Perilaku dan Biaya
Perilaku: segala perbuatan atau tindakan
terhadap suatu objek
Biaya: menurut Mulyadi adalah pengorbanan
sumber ekonomi yang diukur dlm bentuk uang,
yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi
untuk mencapai tujuan tertentu.
Perilaku Biaya adalah pola yang
menggambarkan bagaimana jumlah biaya
bervariasi atas perubahan aktifitas bisnis. (Baldric
Siregar,dkk (2013:73))

Jenis Jenis Perilaku Biaya
 Biaya

Variabel (variable cost)
 Biaya tetap (Fixed cost)
 Biaya campuran (Mixed cost)

Konsep Akuntansi Biaya
Oleh: Khotibul Umam, M.Si

Akuntansi Keuangan dan Akuntansi
Manajemen


Secara garis besar akuntansi dapat dibagi menjadi dua
tipe pokok; akuntansi keuangan dan akuntansi
manajemen. Akuntansi keuangan menghasilkan
informasi terutama untuk memenuhi kebutuhan pihak
luar, sedangkan akuntansi manajemen menghasilkan
informasi terutama untuk memenuhi kebutuhan para
manajer dan berbagai jenjang organisasi.



Karena perbedaan karakteristik pemakai
informasinya, akuntansi keuangan dan akuntansi
manajemen mempunyai perbedaan karaketeristik.
Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan
mencakup perusahaan secara keseluruhan, berorientasi
pada masa lalu, mempunyai rentang waktu yang
kurang fleksibel, dibatasi oleh prinsip akuntansi yang
lazim, ringkas, teliti sama sekali tidak menyangkut aspek
perilaku manusia dalam organisasi dan bersumber pada
ilmu ekonomi.

Perbedaan Akuntansi Keuangan
dengan Akuantansi Manajemen
Akuntansi
Manajemen

Akuntansi Keuangan

Tujuan informasi

Membantu manajer
mengambil
keputusan untuk
memenuhi tujuan
organisasi

Mengomunikasikan
posisi keuangan
organisasi kepada para
investor, bank,
regulator, dan pihakpihak luar lainnya

Pemakai utama

Manajer organisasi

Pemakai eksternal

Fokus dan
penekanan

Berorientasi masa
depan (anggaran
untuk tahun 2006
disiapkan pada tahun
2005)

Berorientasi masa lalu
(laporan mengenai
kinerja tahun 2005
disiapkan pada tahun
2006)

Aturan
pengukuran dan
pelaporan

Pengukuran dan
laporan internal tidak
harus dibuat sesuai

Laporan keuangan
harus disajikan sesuai
dengan GAAP dan

Perbedaan Akuntansi Keuangan
dengan Akuantansi Manajemen
Akuntansi Manajemen

Akuntansi Keuangan

Rentang waktu
Bervariasi, mulai dari
dan jenis laporan informasi per jam hingga
15-20 tahun, berupa
laporan keuangan dan
laporan nonkeuangan
mengenai produk,
departemen, daerah, dan
strategi

Laporan keuangan
tahunan dan kuartalan,
terutama mengenai
perusahaan secara
keseluruhan

Implikasi
perilaku

Terutama melaporkan
kejadian-kejadian
ekonomi tetapi juga
memepengaruhi perilaku
karena kompensasi
manajer sering didasarkan
pada hasil keuangan yang
dilaporkan

Dirancang untu
mempengaruhi perilaku
manajer dan karyawan
lainnya

Sumber: Horngren (2008)

Konsep Akuntansi Biaya


Akuntansi biaya adalah proses pencatatan,
penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya
pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan
cara-cara tertentu, serta penafsiaran terhadapnya.



Akuntansi biaya menghasilkan informasi biaya untuk
memenuhi berbagai macam tujuan.
1.
2.

3.

Untuk tujuan penentuan harga pokok produksi, akuntansi
biaya menyajikan biaya yang telah terjadi di masa lalu.
Untuk tujuan pengendalian biaya, akuntansi biaya
menyajikan informasi biaya yang diperkirakan akan terjadi
dengan biaya yang sesungguhnya terjadi, kemudian
menyajikan analisis terhadap penyimpangannya.
Untuk tujuan pengambilan keputusan khusus, akuntansi
biaya menyajikan biaya yang relevan dengan keputusan
yang akan diambil, dan biaya yang relevan dengan
pengambilan keputusan khusus ini selalu berhubungan
dengan biaya masa yang akan datang.

Hubungan Akuntansi Keuangan,
Akuantansi Manajemen, dan Akuntansi
Biaya
SISTEM
AKUNTANSI

PIHAK
INTERNAL

INFORMASI
KEUANGAN

AKUNTANSI
MANAJEMEN

AKUNTANSI
KEUANGAN

AKUNTANSI
BIAYA

PIHAK
EKSTERNAL

TRANSAKSI
KEUANGAN
(UMUM)

TRANSAKSI
BIAYA
PRODUKSI

PROSES

LAPORAN
BIAYA
PRODUKSI

TEORI
AKUNTANSI

ANALISIS
LAP. KEU.

LAPORAN
KEUANGAN

AUDITING
(SAK)

Pengertian
Mengandung 2 kata yakni Perilaku dan Biaya
Perilaku: segala perbuatan atau tindakan
terhadap suatu objek
Biaya: menurut Mulyadi adalah pengorbanan
sumber ekonomi yang diukur dlm bentuk
uang, yang telah terjadi atau kemungkinan
akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.
Perilaku Biaya adalah pola yang
menggambarkan bagaimana jumlah biaya
bervariasi atas perubahan aktifitas bisnis.
(Baldric Siregar,dkk (2013:73))

Konsep Biaya

Biaya merupakan objek yang diproses oleh
akuntansi biaya. Dalam arti luas biaya adalah
pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur
dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang
kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

Akuntan men definisikan biaya (cost) sebagai
sumber daya yang dikorbankan (sacrified) atau
dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan
tertentu. (Horngren, 2008)

Pengelompokan Biaya
Biaya dapat dikelompokkan menjadi berbagai
macam kelompok biaya sesuai dengan
kebutuhan pemakai.
 pengelompokan menurut objek pengeluaran,
 pengelompokan menurut fungsi-fungsi pokok
dalam perusahaan
 menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang
dibiayai,
 menurut perilakunya dalam hubungannya
dengan perubahan volume kegiatan, dan
 menurut jangka waktu manfaatnya.

Obyek pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama obyek
pengeluaran merupakan dasar penggolongan
biaya. Misalnya nama obyek pengeluaran
adalah bahan bakar, maka semua
pengeluaran yang berhubungan dengan
bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.

Go
to…

Biaya produksi dan biaya non
produksi


Biaya produksi
1.
2.
3.



Biaya non produksi
1.
2.

1-konsep akuntansi biaya

Biaya bahan baku
Biaya tenaga kerja
Biaya overhead prabik

Biaya pemasaran
Biaya administrasi dan umum

Back
to…

Biaya Langsung dan Biaya Tak
Langsung




Biaya langsung, berkaitan dengan obyek biaya
tertentu dan dapat ditelusuri ke obyek biaya
tersebut dengan cara yang layak secara
ekonomi (efektif-biaya).
contoh; biaya kaleng atau botol untuk produk
teh botol.
Biaya tak langsung, berkaitan dengan
obyek biaya tertentu namun tidak
dapat
ditelusuri ke obyek biaya tersebut dengan cara
yang layak secara ekonomi (efektif-biaya).
Contoh; biaya gaji supervisor.

Pembebanan biaya ke obyek
PEMBEBANAN BIAYA
JENIS BIAYA
OBJEK
biaya
BIAYA
Biaya Langsung

Contoh; kertas
untuk mencetak
majalah

Biaya Tidak
Langsung

Penelusuran Biaya

Alokasi Biaya

Contoh;
Majalah
Sport

Contoh; biaya
sewa gedung
Back
to…

Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Biaya tetap (fixed cost)
merupakan biaya yang tidak akan berubah
secara total selama periode waktu tertentu,
sekalipun terjadi perubahan yang besar atas
tingkat aktivitas atau volume terkait.


Biaya variabel (variable cost)
merupakan biaya secara total berubah seiring
dengan perubahan tingkat aktivitas atau
volume yang terkait.


Kaitan biaya langsung, tidak
langsung
dengan biaya variabel dan biaya
tetap
Pembebanan biaya ke obyek biaya

Biaya langsung

Biaya tidak langsung

Ban yang digunakan
dalam perakitan mobil

Biaya tenaga di pabrik,
konsumsi listrik dihitung
hanya untuk pabrik,
yang merakit beragam
produk

Biaya Variabel
Pola
perilak
u
biaya

Obyek Biaya; BMW X5 yang diproduksi

Biaya tetap
Go
to…

Gaji penyelia pada lini
perakitan BMW X5

Biaya sewa tahunan
pabrik Spartanburg.
Sewa adalah untuk
seluruh pabrik, yang
merakit beragam
produk

Biaya berdasar waktu manfaatnya


Pengeluaran modal (capital expenditure)
Biaya yang mempunyai manfaat lebih dari
satu periode akuntansi. Pada saat terjadinya
dibebankan sebagai harga pokok aktiva.



Pengeluaran investasi (revenue expenditure)
Biaya yang hanya mempunyai manfaat
dalam periode akuntansi terjadinya
pengeluaran tersebut.

Biaya per unit
Sistem akuntansi secara tipikal melaporkan baik
jumlah total maupun jumlah biaya rata-rata. Biaya
per unit, yang juga disebut biaya rata-rata, dihitung
dengan membagi biaya total dengan jumlah unit.
Contoh;
Perusahaan menanggung biaya produksi sebesar Rp
40.000.000 pada tahun 2013 untuk memproduksi
500.000 sistem speaker, maka biaya per unitnya
adalah;
Biaya produksi total

=

Jumlah unit produksi

Rp 40.000.000
500.000 unit

=

Rp 80 per unit

Sektor Perusahaan


Perusahaan sektor manufaktur
membeli bahan serta komponen dan
mengubahnya menjadi berbagai barang jadi.



Perusahaan sektor perdagangan
membeli dan kemudian menjual produk
berwujud tanpa mengubah bentuk dasarnya.



Perusahaan sektor jasa
menyediakan jasa (produk tidak berwujud).
To
ma
n

Jenis-jenis persediaan
 Persediaan

bahan langsung (direct
materials inventory)
 Persediaan barang dalam proses (work in
process inventory)
 Persediaan barang jadi (finished goods
inventory)

Klasifikasi biaya produksi
(manufaktur)
 Biaya

bahan langsung (direct materials costs)
 Biaya tenaga kerja langsung (direct
manufacturing labor costs)
 Biaya manufaktur tidak langsung (indirect
manufacturing costs) atau biaya overhead
pabrik (factory overhead costs) atau biaya
overhead manufaktur (manufacturing overhead
costs)

Penggolongan
Biaya dalam
Akuntansi
Manajemen
Oleh: Khotibul Umam,
S.Sos.I., M.Si

Penggolongan Biaya
1. Berdasarkan fungsi pokok perusahaan
2. Berdasarkan perilaku biaya

-Biaya produksi/biaya langsung = biaya yang berkaitan
dengan proses produksi .
-Biaya non produksi/biaya tidak langsung

Berdasarkan fungsi perusahaan : fungsi produksi dan fungsi non produksi
Biaya Bahan Baku
Biaya Produksi

Biaya T.K. Langsung
Biaya Overhead Pabrik

Biaya
Biaya Pemasaran
Biaya non
Produksi
Biaya Administrasi dan Umum





Biaya produksi : Biaya yang dikeluarkan untuk mengolah
bahan baku menjadi produk selesai (biaya ini dikeluarkan
oleh Dep. Produksi).
Biaya non produksi : biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
selain biaya produksi.

 Berdasarkan

Biaya

Perilaku Biaya
Biaya Variabel
Biaya Tetap
Biaya Semi Variabel

Variable = biaya yang biaya totalnya berubah-ubah tergantung jumlah yang diproduksi (ada biaya total dan
biaya unit) tetapi biaya per unitnya tetap.
Biaya tetap = biaya yg biaya totalnya tetap tetapi biaya per unitnya yang berubah-ubah.

1. Biaya Variabel (VC)
• Biaya yang jumlahnya berubah-ubah, perubahannya
proposional
• Contoh : biaya bahan baku
• Ciri – cirinya : secara total Σ nya berubah secara unit tetap

Jumlah produksi
(unit)

Total Biaya Variabel
(Rp)

BV per unit
(Rp)

10.000
25.000
50.000
100.000

50.000
125.000
250.000
500.000

5.000
5.000
5.000
5.000

biaya
Biaya
(Rp juta)

500

100 Q (ribu unit)

2. Biaya Tetap (FC)
• Biaya yang jumlahnya tetap
Contoh : biaya penyusutan, gaji Dir ( walaupun perusahaan tidak
jalan )
• Tidak terpengaruh satuan kegiatan
• Ciri – ciri : secara total jumlahnya tetap, secara unit julahnya
berubah
Jumlah
produksi
Biaya Tetap
BT per unit

(unit)

(Rp)

(Rp)

10.000
25.000
50.000
100.000

200.000
200.000
200.000
200.000

20.000
8.000
4.000
2.000

Biaya
(Rp juta)

Biaya Tetap

500

100 Q (ribu unit)

3. Biaya Semi Variabel (VSC)
• Biaya yang jumlahnya berubah-ubah,perubahannya tidak
proporsional
• Contoh : Gaji Salesman
• Ciri – cirinya : secara jumlah dan secara unit jmlahnya berubah

Jumlah produksi
(unit)

Biaya Semi Variabel
(Rp)

BSV per unit
(Rp)

10.000
25.000
50.000
100.000

11.000.000
17.500.000
30.000.000
56.000.000

1.100
700
600
560

Biaya
(Rp juta)

Biaya Semi Variabel

Q (ribu unit)

LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS

Untuk mengetahui apakah perusahaan sudah berjalan dengan
baik, maka pengelola harus mengetahui kinerja perusahaan yang
Likuiditas = perbandingan antara aktifa lancar dan hutang lancar, lebih besar daripada
dikelolanya.
1 (artinya likuid). Pengertian lain suatu perusahaan dapat membayyar hutang
lancarnya dengan ditutupi oleh aktifa lancar. Likuid bisa dikembalikan lagi (jika tidak
likuid) dengan aktifa lancarnya ditambah bisa menjual aktiva tetap misalnya.

1. Likuiditas
ditujukan oleh besar kecilnya aktiva lancar
(aktiva yang mudah dijadikan uang tunai : kas, surat berharga,
persediaan)
Aktiva Lancar
Likuiditas =
Hutang Lancar

Contoh : Likuiditas perusahaan = 2,5
Artinya setiap Rp. 1,- hutang lancar akan dijamin oleh aktiva lancar
sebesar Rp. 2,5,- semakin besar likuiditas, semakin besar kemampuan
perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya

Contoh
NERACA
CV DUMAS BARU 2009
Kas
Piutang Dagang
Persediaan Barang
Tanah
Mesin
Bangunan
Total Aktiva Lancar
Total Aktiva Tetap
Total Aktiva

30.000.000
Hutang Dagang
100.000.000
Hutang Wesel
170.000.000
Hutang Pajak
150.000.000
Hutang Obligasi
230.000.000
Modal Saham
120.000.000
?
?
?
Total Hutang dan Modal

45.000.000
50.000.000
?
?
?

300.000.000
Likuiditas =
100.000.000
Artinya setiap Rp. 1,- hutang lancar perusahaan dijamin Rp. 3,- aktiva lancar
perusahaan

2. Solvabilitas
ditujukan oleh perusahaan mampu menutup hutang-hutangnya
(apabila semua kekayaan perusahaan mampu menutup semua hutanghutangnya berarti perusahaan dalam kondisi solvabel)

Solvabilitas =

Total Aktiva

Insolvabel = biaya operasionalnya terlalu
tinggi

Total Hutang

Contoh : Apabila solvabilitas menghasilkan angka = 3
Artinya setiap Rp. 1,- hutang perusahaan akan dijamin oleh Rp. 3,kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Apakah nilai solvabilitas untuk perusahaan yang akan ditutup saja ?
Sovabel >< Insovabel
apabila perusahaan mempunyai nilai kurang dari 1, ini berarti benyak
yang disebabkan dalam operasionalnya perusahaan mengalami
kerugian, sehingga akumulasi kerugian lebih besar dibandingkan dengan
modal yang dimiliki.
Catt :
solvabel dapat dihitung saat perusahaan ditutup. Menilai solvabilitas dalam
keadaan
perusahaan bejalanpun bisa dinilai solvabilitasnya dengan

3. Rentabilitas
ditujukan oleh kemampuan menghasilkan keuntungan dengan
semua modal yang bekerja didalamnya.
(semua modal yang bekerja = modal sendiri dan modal asing)
Rentabilitas =

Laba
Modal Sendiri

Rentabilitas dipakai untuk menentukan
pemilihan modal, apakah modal asing atau
sendiri supaya lebih besar dalam
mendapatkan laba. Alternatif penggunaan
modal ini pakai perhitungan Rentabilitas.
Dihitung dengan RMS, klo nilainya lebih
tinggi itu yang dipilih. Khusus untuk modal
asing tetap dihitung RMSnya dengan
dikurangi
dahulu/di
erase modal asingnya
modalnya
gabungan
(suai rumus)

Rentabilitas : 1. Rentabilitas Ekonomis (RE)
2. Rentabilitas Modal Sendiri (RMS)

RE =

RMS =

EBIT X 100%
MS + MA
EAT X 100%
MS

EBIT = laba kotor
EAT = laba bersih

Contoh :
Modal Asing bunga 20% per tahun
Modal Sendiri
JUMLAH
Penjualan
HPP
Laba Kotor
Biaya Operasi
EBIT
Bunga
EBT
Pajak 10%
EAT
Hitung : RE dan RMS

Rp. 500.000.000
Rp. 500.000.000
Rp. 1.000.000.000
Rp. 500.000.000
Rp. 200.000.000
Rp. 300.000.000
Rp.
80.000.000
Rp. 220.000.000
Rp. 100.000.000
Rp. 120.000.000
Rp.
30.000.000
Rp.
90.000.000

Modal Sendiri atau Modal Asing
Apabila perusahaan akan menambah dana untuk operasionalnya,
apakah sebaiknya menambah modal sendiri atau modal asing ?
penambahan dana dengan MS atau MA, asal dapat
meningkatkan RMS atau EPS. RE > Bunga MA ------lebih baik MA→
karena akan menghasilkan RMS lebih besar. Apabila RE< dari suku
bunga hutang?------ lebih baik MS

Soal :
pada tahun 2008 PT Dumas Baru bekerja dengan MS sebesar RP.
200.000.000,- (1000 lembar saham, pada tahun tersebut PT Dumas
Baru menghsilkan laba operasi (EBIT) Rp. 26.000.000,-. Pada tahun
2009 perusahaan merencanakan memperluas usahanya dengan
menambah dana sebesar Rp. 100.000.000,-, diharapkan bisa
meningkatkan EBIT Rp. 48.000.000,-, tambahan dana tersebut harus
memilih 2 alternatif :
a. mengeluarkan saham sebanyak 5.000 lembar
b. mengeluarkan obligasi dengan bunga 14 %
Jika pajak dihitung 30%, sumber dana mana yang sebaiknya dipilih
?

Judul: Diktat Akuntansi Manajemen

Oleh: Khotibul Umam


Ikuti kami