Ppt Akuntansi Syari'ah ( Pertemuan 4 Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syari'ah)

Oleh Trisna Levia

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Ppt Akuntansi Syari'ah ( Pertemuan 4 Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syari'ah)

Sejarah dan Pemikiran Akuntansi
Syariah
Nama : Trisna Levia
Nim : C1F018026
Kelas : R-006

A. Perkembangan Awal Akuntansi
Pada awalnya akuntansi merupakan bagian dari ilmu pasti, yaitu bagian dari ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan masalah hukum alam dan perhitungan yang bersifat memiliki kebenaran absolut.
Sebagian besar dari ilmu pasti yang perkembangannya bersifat akumulatif, maka setiap penemuan metode
baru dalam akuntansi akan menambah dan memperkaya ilmu akuntansi tersebut. Bahkan pemikir akuntansi
pada awal perkembangannya merupakan seorang ahli matematika Luca Paciolli dan Musa Al-Khawarizmy.
Akuntansi dalam islam merupakan alat (tool) untuk melaksanakan perintah Allah Swt. dalam (Q.S Al
Baqarah 2:282) untuk melakukan pencatatan dan melakukan transaksi usaha. Implikasi lebih jauh, adalah
keperluan terhadap suatu sistem pencatatan tentang hak dan kewajiban, pelapor yang terpadu dan
komprehensif. Islam memandang akuntansi tidak sekedar ilmu yang bebas nilai untuk melakukan
pencatatan dan pelaporan saja, tetapi juga sebagi alat untuk menjalankan nilai-nilai islam (Islamic values)
sesuai dengan ketentuan syariah.

B. Sejarah Akuntansi
Jadi dapat kita ketahui, bahwa sejarah awal akuntansi
dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan
menggunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba
telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara
menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan
dibandingkan pada saat mereka berangkat. Tonggak sejarah
akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo
(Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang
berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et
Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul
‘Tractatus de Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara
pembukuan menurut catatan berpasangan (double book
keeping).

C. Perkembangan Akuntansi
Syariah
Dapat disimpulkan bahwa pada awal perkembangan
dilakukan pendeklarasian yang bertepatan tahun (1
Hijriyah) di dirikan konsep seluruh umat islam itu
bersaudara dan tanpa membeda-bedakan baik dari
warna kulit, dan lain hal, dan pada saa itu masih
kurang berkembang maka Rasulullah lah yang menjadi
pemimpin di negara, dan bangsa arab melakukan
perniagaan sebanyak 2x pada musim dingin ke yaman
dan pada saat musim panas ke as-syam, dan
perkembangan selanjutnya ditegakkan pembayaran
zakat dan pembayaran lainnya dan dibentuklah baitul
maal pada abad ke-7 dan Rasulullah telah memilih 42
orang yang terpercaya untuk menjalankan tugas
masing-masing di baitul maal.

Sementara pada zaman para sahabat khalifah pertama Abu Bakar radiallahu’anhu masih sederhana pemasukkan
dan pengeluaran seimbang sedangkan pemerintahan Umar bin Khatab adanya perubahan sistem yang signifikan
yang dianjurkan untuk melakukan diwan yaitu pencatatan disetiap pemasukkan dan pengeluaran dan telah memilih
orang-orang yang akan bertanggung jawab dalam setiap tugasnya,, selanjutnya Utsaman bin Affan untuk menjamin
dijalankan hukum maka ditunjuknya orang-orang untk menjaga penghasilan, dan sahabat yang terakhir Ali bin Abu
Thalib mulai berkembang pesat. Dan perkembangannya pesat terjadi disetiap lokasi ke lokasi lainnya, dan dapat
mengatur perekononian serta akuntansi Islam adalah menyangkut segala sesuatu yang lebih luas mengenai praktik
kehidupan.

D. Sekilas Prosedur dan Istilah
yang Digunakan
Dari uraian yang telah dijelaskan diatas bahwa berjalan lancarnya pelaksanaan akuntansi pada negara Islam karena
ditegakkannya pembayaran zakat yang kemudian di kelola dengan baik hingga saat ini melalui baitul maal.
dokumentasi yang pertama kali dilakukan oleh Al-Mazenderany (1363 M) mengenai akuntansi pemerintahan yang
dilakukan selama dinasti Khan II pada buku Risalah Falakiyah Kitabus Siyakat. Namun, dokumentasi yang baik
mengenai system akuntansi Negara Islam tersebut pertama kali dilakukan oleh Al- Khawarizmy pada tahun 976M.

?

Prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

A

B

C

Transaksi harus
dicatat setelah terjadi.

Transaksi harus
dikelompokkan
berdasarkan jenisnya

Penerimaan akan
dicatat disisi sebelah
kanan dan
pengeluaran dicatat di
sebelah kiri.

Dihubungkan dengan prosedur
tersebut, terdapat beberapa istilah
sebagai berikut.

a)

Al- j aridah

buku untuk
mencatat transaksi
yang dalam bahasa
Arab berarti Koran
atau jurnal.

c). Al-Khitmah

b)

Daf tar Al
Yaumiah

(buku harian /dalam bahasa Persia dikenal
dengan nama: Ruznamah).daftar tersebut
digunakan untuk pembuatan jurnal vocher.

laporan yang di buat
setiap akhir bulan
yang menunjukkan
total penerimaan
dan pengeluaran.

Pada perhitungan zakat, utang diklasifikasikan menjadi tiga
berdasarkan kemampuan bayar, yaitu :

01

Arra’ej Minal Maal
(collectible debts);

02

AlMunkase Minal Mal
(uncollectible debts)

03

Al- Muta’adher wal
Mutahayyer

E. Hubungan Akuntansi Modern Dan Akuntansi Islam

Luca paciolli mengatakan bahwa setiap transaksi harus dicatat dengan baik dan benar yaitu dengan cara mencatat dua kali
di sisi sebelah kredit dan sisi sebelahnya dalah debit. Dengan artian lain bahwa paciolli menerjemahkan dari hal tersebut dari
bahasa arab yang memang semuanya dimulai dari kanan.
Penelitian sejarah tentang perkembangan akuntansi memang perlu dikaji lebih dalam lagi dan lebih terperinci, tetapi
dalam mengingat masih dipertanyakan bukti-bukti autentik/langsung tentang hal tersebut sebagaiman diungkapkan oleh
napler (2007) hal tersebut tetap dilakukan oleh para ilmuwan muslim saat ini, dan pembuktiaan tersebut akan menempuh
jalan masih panjang menginga bukti-bukti autentik dari zaman dinasti Abbasiah (dengan pusat pemerintahan di Kufah,
Irak) saat ini sudah banyak yang hilang karena perang.
Hubungannya akuntansi modern dengan akuntansi islam yaitu dimana zaman modern ini mengikuti dari zaman islam
contohnya buku-buku yang diterjemahkan ke bahasa eropa dan mengikuti sistem-sistemnya dan masih saling berhubungan.

THANKS

Judul: Ppt Akuntansi Syari'ah ( Pertemuan 4 Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syari'ah)

Oleh: Trisna Levia


Ikuti kami