Akuntansi Keuangan Dasar Ii - Presentasi - Bentuk Kepemilikan Bisnis Dalam Akuntansi

Oleh D3 Akuntansi (ak)

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan Dasar Ii - Presentasi - Bentuk Kepemilikan Bisnis Dalam Akuntansi

Assalammualaikum Wr. Wb

Kelompok 5
Dinah Asraf Anaqah Syam
(D3 0314-056)

Evi Ayu Safitri
(D3 0314-060)

Kartika Ayu Mulyani
(D3 0314-068)

Muhammad Hadirin
(D3 0314-078)

Rini Ayu Lestari
(D3 0314-069)

Bentuk Kepemilikan Bisnis
Dalam Akuntansi

Perusahaan
Perseorangan

Firma

Commanditaire
Vennotchap
(CV)

Perseroan
Terbatas
(PT)

Perusahaan Perseorangan
Usaha yang kepemilikannya dimiliki oleh satu orang
pemilik tunggal. Kegiatan usahanya relatif kecil serta
pemilik bertanggung jawab penuh terhadap resiko
dan semua kegiatan perusahaan
Kebaikan
Keburukan
1. Seluruh laba yang
1. Tanggung jawab pemilik
diperoleh menjadi
tidak terbatas.
miliknya / pemilik.
2. Sumber keuangan
2. Adanya kebebasan dan
terbatas
fleksibilitas di dalam
kegiatan bisnis.

Penyetoran Modal Perusahaan perseorangan
1 oktober 2014 H. Dahlan menyetorkan uang tunai sebesar Rp
10.000.000,- ke kas perusahaannya.
Jurnal:
2014
Okt

1

Kas

Rp 10.000.000,Modal H. Dahlan

Rp 10.000.000,-

Pencatatan Laba Atau Rugi Dalam
Perusahaan Perseorangan
31 oktober 2014 H. Dahlan mengalami Laba sebesar Rp 5.000.000,-

2014
Okt

31 Kas

Rp 5.000.000,Laba

Rp 5.000.000,-

31 oktober 2014 H. Dahlan mengalami rugi sebesar Rp 5.000.000,-

2014
Okt

31 Rugi
Kas

Rp 5.000.000,Rp 5.000.000,-

Firma
Persekutuan firma adalah perusahaan yang didirikan
oleh dua orang atau lebih yang masing – masing pihak
mengikatkan diri untuk menyerahkan sesuatu ke dalam
persekutuan dengan maksud untuk mendapatkan
bagian keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari
perusahaan bersama.
Keburukan
Kebaikan
1. Jumlah modalnya relatif lebih 1. Kelangsungan perusahaan
tidak menentu
besar
2. Tanggung jawab peserta
2. Lebih mudah memperoleh
pemilik tidak terbatas
kredit

Pencatatan masuknya sekutu
Sekutu sebelumnya tidak memiliki perusahaan
Salah satu sekutu sudah mempunyai perusahaan

Sekutu sebelumnya tidak memiliki perusahaan

Contoh soal :
Pada tanggal 1 Mei 2010 Holoan dan Jaya sepakat
mendirikan persekutuan firma bernama Fa. Hoya.
Holoan memasukkan modal Rp 25.000.000,- namun
baru disetor tunai Rp 15.000.000,-. Jaya
menginvestasikan Rp 20.000.000,- disetor penuh.
Jurnal masuknya Holoan
2010
Mei

1

Kas

Rp 15.000.000,-

Modal Holoan yang belum disetor

Rp 10.000.000,-

Modal Holoan

Rp 25.000.000,-

Jurnal masuknya Jaya
2010
Mei

1

Kas

Rp 20.000.000,-

Modal Jaya

Rp 20.000.000,-

Neraca Fa. Hoya

Salah satu sekutu sudah mempunyai perusahaan
Contoh soal
Pada tanggal 1 Januari 2010 Agus,
Bondan, dan Chandra sepakat
mendirikan Fa. ABC pendiran
menyebutkan
ketentuan-ketentuan
sebagai berikut. Agus menyetorkan
modal Rp 50.000.000,- berupa
seluruh aktiva, kewajiban, dan modal
perusahaan lama. Sebelum menjadi
sekutu,
aktiva
agus
diadakan
revaluasi (penilaian kembali). Atas
kekurangannya disetor dengan kas.
Bondan menyetorkan modal Rp
40.000.000,- dan untuk sementara
disetor tunai
Rp
30.000.000,-.
Chandra memasukkan modal Rp
25.000.000,- dan disetor penuh.

Sesuai persetujuan, aktiva
Agus dinilai kembali dan
nilai yang disetujui adalah
piutang usaha Rp 500.000,harus dicadangkan karena
mungkin tidak dapat ditagih,
persediaan barang dinilai Rp
8.000.000,-, kendaraan Rp
12.000.000,- dan peralatan
Rp 1.000.000,-, sedangkan
lainnya tetap.

Neraca perusahaan Agus

Aktiva

Pasiva

Kas

Rp 5.600.000,-

Utang Usaha

Rp 6.200.000,-

Piutang Usaha

Rp 24.300.000,-

Utang Pajak

Rp

400.000,-

Persediaan Barang

Rp 5.700.000,-

Beban akan dibayar

Rp

600.000,-

Sewa dibayar di muka

Rp 2.400.000,-

Modal Agus

Rp 42.300.000,-

Jumlah kewajiban & Ekuitas

Rp 49.500.000,-

Kendaraan Rp 15.000.000,Ak. Peny. (Rp 5.000.000,-)

Rp 10.000.000,-

Peralatan Rp 4.000.000,Ak. Peny. (Rp 2.500.000,-)

Rp 1.500.000,-

Jumlah aktiva

Rp 49.500.000,-

Firma ABC menggunakan pencatatan baru
Jurnal setoran Agus

Jurnal setoran Agus

Kas

Rp 10.000.000,-

Piutang usaha

Rp 24.300.000,-

Persediaan barang

Rp 8.000.000,-

Kendaraan

Rp 12.000.000,-

Peralatan

Rp 1.000.000,-

Sewa dibayar dimuka

Rp 2.400.000,-

Cadangan Piutang tidak tertagih

Rp

500.000,-

Utang usaha

Rp 6.200.000,-

Utang Pajak

Rp

400.000,-

Beban akan dibayar

Rp

600.000,-

Modal

Rp 50.000.000,-

Jurnal setoran Bondan
Kas

Rp 30.000.000,-

Modal Bondan belum disetor

Rp 10.000.000,-

Modal Bondan

Rp 40.000.000,-

Jurnal setoran Chandra
Kas

Rp 25.000.000,Modal Chandra

Rp 25.000.000,-

Firma ABC meneruskan pencatatan
lama (pencatatan Agus)
Jurnal Setoran Agus
Kas

Rp 4.400.000,-

Persediaan barang

Rp 2.300.000,-

Ak. Peny. Kendaraan

Rp 2.000.000,-

Cadangan piutang tidak tertagih

Rp

500.000,-

Ak. Peny. Peralatan

Rp

500.000,-

Modal Agus

Rp 7.700.000,Jurnal setoran Bondan

Kas

Rp 30.000.000,-

Modal Bondan belum disetor

Rp 10.000.000,-

Modal Bondan

Rp 40.000.000,Jurnal setoran Chandra

Kas

Rp 25.000.000,Modal Chandra

Rp 25.000.000,-

Aktiva lancar :

Kewajiban lancar :

Kas

Rp 65.000.000,-

Piutang Usaha
Cad. Piut. Tak tertagih

Rp 24.300.000,(Rp 500.000,-)

Rp 23.800.000, -

Persediaan barang

Rp 8.000.000,-

Sewa dibayar dimuka

Rp 2.400.000,-

Utang usaha

Rp 6.200.000,-

Utang Pajak

Rp

400.000,-

Beban akan dibayar

Rp

600.000,-

Rp 7.200.000,-

Rp 99.200.000,Ekuitas :
Aktiva tetap :

Modal Agus

Kendaraan

Rp 15.000.000,-

Akum. Peny. Kend.

(Rp 3.000.000,-)

Peralatan

Rp 4.000.000,-

Akum. Peny. Kend.

(Rp 3.000.000,-)Rp 1.000.000,-

Rp 50.000.000,-

M. Bondan Rp 40.000.000,Rp 12.000.000,-

M. Bondan belum distor
( Rp 10.000.000,-)
Rp 30.000.000,Modal Chandra

Rp 25.000.000,Rp 105.000.000,-

Rp 13.000.000,Total Aktiva

Rp 112.200.000,-

Total Kewajiban & ekuitasRp 112.200.000,-

Pembagian Rugi atau Laba Firma
Contoh soal
Fa. ABC terdiri dari tiga sekutu, yakni Agus, Bondan,
dan Chandra. Agus memasukkan modal yang akan
disetor penuh Rp 50.000.000,- dan modal Bondan
Rp 40.000.000,- baru disetor Rp 30.000.000,-.
Chandra memasukkan modal Rp 25.000.000,dan disetor penuh. Tahun buku 2010 Fa. ABC
memperoleh laba sebesar Rp 36.750.000,-.

Laba rugi firma dibagi sama rata
Laba setelah pph

Rp 36.750.000,Agus = 1/3 x Rp 36.750.000,-

= Rp 12.250.000,-

Bondan = 1/3 x Rp 36.750.000,-

= Rp 12.250.000,-

Chandra = 1/3 x Rp 36.750.000,-

= Rp 12.250.000,- +

Jumlah bagian sekutu

Rp 36.750.000,-

Sisal aba

Rp 0

Jurnal pembagian laba :
Iktisar laba rugi

Rp 36.750.000,-

Modal Agus

Rp 12.250.000,-

Modal Bondan

Rp 12.250.000,-

Modal Chandra

Rp 12.250.000,-

Laba rugi dibagi menurut perbandingan
tertentu
Perbandingan laba yang dibagi ke Agus : Bondan : Chandra = 4:3:3 = 10
Laba setelah PPh :

bagian

Rp 36.750.000,-

Agus 4/10 x Rp. 36.750.000,00

= Rp 14.700.000,-

Bondan 3/10 x Rp. 36.750.000,00

= Rp 11.025.000,-

Chandra 3/10 x Rp. 36.750.000,00

= Rp 11.025.000,- +

Jumlah bagian sekutu

Rp 36.750.000,,Sisal aba

Rp 0 –

Jurna pembagian laba :
Iktisar laba rugi

Rp 36.750.000,-

Modal Agus

Rp 14.700.000,-

Modal Bondan

Rp 11.025.000,-

Modal Chandra

Rp 11.025.000,-

Laba rugi dibagi menurut perbandingan
modal sekutu yang telah disetor
Perbandingan modal disetor Agus : Bondan : Chandra = Rp 50.000.000,- :Rp 30.000.000,- :
Rp 25.000.000,- atau 10 : 6 : 5 = 21 bagian
Laba setelah PPh
Rp 36.750.000,Agus 10/21 x Rp 36.750.000,= Rp 17.500.000,Bondan 6/21 x Rp 36.750.000,= Rp 10.500.000,Chandra 5/21 x Rp 36.750.000,= Rp 8.750.000,- Rp 36.750.000,Sisa laba
Rp. 0
Jurnal pembagian laba :
Iktisar laba rugi
Rp 36.750.000,Modal Agus
Rp 17.500.000,Modal Bondan
Rp 10.500.000,Modal Chandra
Rp 8.750.000,-

Pembubaran Firma
Masuknya seorang atau Lebih Sekutu
Baru
Contoh soal
firma IYUS yang anggotanya Imas dan
Surya dengan modal penyertaan Imas
Rp 100.000.000,- dan Yusra Rp
150.000.000,- semuanya telah disetor
penuh. Ayu masuk sebagai anggota
baru dengan membeli 50% dari modal
Yusra
dengan
membayar
Rp
100.000.000,- dan sekutu lain, yakni
Imas, menyetujuinya.

Jurnal
Modal Yusra
Rp 75.000.000,Modal Ayu
Rp 75.000.000,Kelebihan dari jumlah penyetoran Ayu merupakan
transaksi pribadi Ayu dan Yusra.
Posisi modal firma IYUS akan tampak sebagai berikut :
Modal Fa. IYUS
Modal Imas
Rp 100.000.000,Modal Yusra
Rp 75.000.000,Modal Ayu
Rp 75.000.000,Rp 250.000.000,-

Pengunduran Diri sekutu Lama
Contoh soal
Imas, Yusra, dan Ayu adalah anggota persekutuan
firma IYUS dengan saldo modal masing-masing Rp
150.000.000,- dan pembagian laba 2 : 1 : 1. Pada
periode tertentu, Yusra menyatakan
mengundurkan diri dan disetujui oleh anggota
yang lain dengan mengembalikan hak penyertaan
sebesar Rp 210.000.000,-. Kelebihan pembayaran
kepada Yusra dianggap sebagai bonus.

Jurnal
Modal Yusra
Rp 150.000.000,Modal Imas
Rp 40.000.000,Modal Ayu
Rp 20.000.000,Kas
Rp 210.000.000,Kelebihan hak yang diterima Yusra atas penyertaannya adalah
Rp 210.000.000,- - Rp 150.000.000,- = Rp 60.000.000,- Kelebihan
tersebut ditanggung oleh Imas dan Ayu dengan perbndingan 2 :
1.

Kematian Salah Satu Sekutu
Penyelesaian atas kematian sekutu firma tersebut
dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
1) Dengan membayar hak sekutu yang meninggal dari
aktiva firma kepada ahli waris yang berhak
menerimanya (mendebit modal anggota yang
meninggal dan mengkredit aktiva/kas)
2)Dengan membayar hak sekutu yang meninggal oleh
salah seorang sekutu yang ada. Pembayaran oleh
seorang salah sekutu akan menambah modalnya.
Perubahan tersebut dibuatkan perjanjian kerjasama
yang baru.

Berakhirnya jangka waktu yang telah
ditetapkan.
Firma IYUS
Neraca
31 Desember 2010
Aset

Liabilitas + Ekuitas

Kas

Rp 5.000.000,-

Utang Usaha

Rp 17.000.000,-

Piutang Usaha

Rp 15.000.000,-

Utang Wesel

Rp 13.000.000,-

Persediaan barang

Rp 50.000.000,Modal Imas

Rp 80.000.000,-

Modal Yusra

Rp 150.000.000,-

Modal Ayu

Rp

Inventaris

Rp 100.000.000,-

Ak. Peny.

(Rp 20.000.000,-)

Gedung

Rp 200.000.000,-

Ak. Peny.

(Rp 40.000.000,-)

Tanah

Rp 80.000.000,-

90.000.000,-

Rp 160.000.000,Rp 40.000.000,Rp 350.000.000,-

Rp 350.000.000,-

• Dengan berakhirnya perjanjian kerjasama
antar sekutu, maka perlu diadakan likuidasi
atas pembubaran dengan mencairkan semua
aktiva dan membayar semua kewajiban serta
mengembalikan modal kepada sekutu dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Semua piutang usaha dapat diterima
2) Persediaan barang dapat dijual Rp 75.000.000,3) Investaris dapat dijual Rp 60.000.000,4) Gedung dapat dijual Rp 175.000.000,5) Tanah dapat dijual Rp 84.000.000,-

Jurnal Pencairan Aktiva
Kas
Rp 409.000.000,Ak. Peny. Inventaris
Rp 20.000.000,Ak. Peny. Gedung
Rp 40.000.000,Piutang usaha
Persediaan barang
Inventaris
Gedung
Tanah
Laba atas penjualan aktiva

Rp 15.000.000,Rp 50.000.000,Rp 100.000.000,Rp 200.000.000,Rp 40.000.000,Rp 64.000.000,-

Jurnal Pembagian Laba
Laba Penjualan Aktiva Rp 64.000.000,Modal Imas
Rp 16.000.000,Modal Yusra
Rp 30.000.000,Modal Ayu
Rp 18.000.000,-

Jurnal Pembayaran Utang
Utang usaha
Rp 17.000.000,Utang wesel
Rp 13.000.000,Kas
Rp 30.000.000,-

Pengambilan modal anggota
modal imas
Rp 96.000.000,modal yusra
Rp 180.000.000,modal ayu
Rp 108.000.000,kas
Rp 384.000.000,-

Commanditaire Vennotschap
(CV)
Suatu
bentuk
perjanjian
kerjasama
untuk
berusaha
bersama antara orang-orang yang
bersedia memimpin, mengatur
perusahaan dan bertanggung
jawab tidak terbatas dengan
kekayaan pribadinya dengan
orang-orang yang memberikan
modal
investasi
dan
tidak
bersedia memimpin perusahaan
serta bertanggung jawab terbatas
pada perusahaan yang diikut
sertakan
dalam
perusahaan
tersebut.
Keanggotaan CV ada 2:
1. General Partner
2. Limited Partner

Kebaikan Dan Keburukan CV
Kebaikan
1. Modal yang dikumpulkan lebih besar
2. Mudah memperoleh kredit
Keburukan
1. Tanggung jawab sekutu tidak sama
2. Kelangsungan hidupnya tidak
menentu

Pembentukan CV
Awal tahun 2013 Andi, Budi, Cici, dan Didik sepakat untuk
mendirikan persekutuan dengan nama “Persekutuan ABCD”. Untuk
modal mula – mula maka masing – masing sekutu menyetor modal
berupa kas sebesar :
-

Andi
Budi
Cici
Didik

= Rp 45.000.000,= Rp 45.000.000,= Rp 40.000.000,= Rp 30.000.000,-

Jurnal Penyetoran Modal
Kas
Rp 160.000.000,Modal Andi
Rp 45.000.000,Modal Budi
Rp 45.000.000,Modal Cici
Rp 40.000.000,Modal Didik
Rp 30.000.000,-

Pembagian Laba Atau Rugi
Rama dan Shinta sepakat mendirikan persekutuan yang diberi
nama CV. Rama dan shinta. Setoran modal masing-masing
sekutu adalah sebagai berikut :
Keterangan Tanggal
Rama
Shinta
Modal
2 Jan 2008
Rp 10.000.000,Rp 15.000.000,Modal
1 April 2008 Rp 5.000.000,Modal
30 Juli 2008 Rp 10.000.000,Rp 15.000.000,Prive
1 Oktober 2008( Rp 5.000.000,- )
Jumlah
Rp 20.000.000,Rp 30.000.000,Selama tahun 2008 persekutuan memperoleh keuntungan bersih
sebesar Rp 10.000.000,- yang akan dibagi dengan ketentuan

Laba dibagi sama
Apabila laba rugi dibagi sama, perhitungan pembagian
untuk masing-masing sekutu adalah ½ x Rp
10.000.000,- = Rp 5.000.000,Sehingga pembagian keuntungan masing-masing
sekutu adalah sebesar Rp 5.000.000,- yang akan
dikreditkan sebagai penambah modalnya.
Jurnal :
Iktisar laba rugi
Rp 10.000.000,Modal Rama
Rp 5.000.000,Modal Shinta
Rp 5.000.000,-

Laba rugi dibagi berdasarkan
perbandingan 2 : 3 atau (40% : 60%)

Perhitungan :
Tn. Rama : 2/5 x Rp 10.000.000,- = Rp 4.000.000,Nn. Shinta : 3/5 x Rp 10.000.000,- = Rp 6.000.000,Jurnal :
Iktisar laba rugi
Rp 10.000.000,Modal Rama
Rp 4.000.000,Modal Shinta
Rp 6.000.000,-

Laba rugi dibagi berdasarkan
perbandingan modal
Berdasarkan perbandingan modal awal
Perhitungan :
Tn. Rama : 10/25 x Rp 10.000.000,- = Rp 4.000.000,Nn. Shinta : 15/25 x Rp 10.000.000,-= Rp 6.000.000,Jurnal
iktisar laba rugi
Rp 10.000.000,Modal Rama
Rp 4.000.000,Modal Shinta
Rp 6.000.000,-

Berdasarkan perbandingan modal akhir
Perhitungan :
Tn. Rama : 20/50 x Rp 10.000.000,- = Rp 4.000.000,Nn. Shinta : 30/50 x Rp 10.000.000,- = Rp 6.000.000,
Jurnal :
Iktisar laba rugi
Rp 10.000.000,Modal Rama
Rp 4.000.000,Modal Shinta
Rp 6.000.000,-

PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
KOMANDITER (CV)
1. Masuknya seorang atau sekutu baru
• Membeli sebagian modal anggota lama
• Menyerahkan sejumlah kekayaan
tertentu ke CV

Membeli Sebagian Modal Anggota Lama
Diasumsikan rekan Toni Asikin, dan Nani Bunga
memiliki
saldo
modal
masing-masing
Rp
50.000.000,- Pada tanggal 1 Juni masing-masing
menjual seperlima bagian ekuitasnya ke Joko
Cahyadi senilai Rp 10.000.000,- secara tunai.
Jurnal :
Juni 1
Modal, Toni Asikin
Rp 10.000.000,Modal, Nani Bunga
Rp 10.000.000,Modal, Joko Cahyadi
Rp 20.000.000,-

Menyerahkan Sejumlah Kekayaan Ke CV
Diasumsikan Dudi Lintang dan Guntur Margono adalah
rekan dengan saldo modal masing-masing sebesar Rp
35.000.000,- dan Rp 25.000.000,-. Pada tanggal 1 Juni, Suci
Nadera menanamkan uang tunai dalam perusahaan
sebesar Rp 20.000.000,- untuk ekuitas pemilik senilai Rp
20.000.000,-.
Jurnal
Juni 1
Kas
Modal Suci Nadera

Rp 20.000.000,Rp 20.000.000,-

PT (Perseroan Terbatas)
suatu badan hukum karena memiliki kekayaan sendiri
yang terpisah dari kekayaan pribadi masing- masing
pemegang saham dan PT adalah suatu badan usaha yang
ekuitasnya terbagi atas saham-saham
Kebaikan PT :
Keburukan PT :
• Tanggung jawab yang
• Pendiriannya lebih sulit
terbatas dari para
• Ongkos pembentukannya
pemegang saham
relative tinggi
• Kontiuitas perusahaan
• Kurangnya rahasia
sebagai badan hukum lebih perusahaan
terjamin
• Mudah untuk
memindahkan hak milik

Pembagian PT (Perseroan Terbatas)

• PT Terbuka
Perseroan terbatas yang menjual sahamnya kepada
masyarakat melalui pasar modal (go public).
• PT Tertutup
Perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan
tertentu.
• PT Kosong
Perseroan yang sudah ada izin usaha dan izin lainnya
tapi tidak ada kegiatannya.

Wassalammualaikum Wr. Wb

Judul: Akuntansi Keuangan Dasar Ii - Presentasi - Bentuk Kepemilikan Bisnis Dalam Akuntansi

Oleh: D3 Akuntansi (ak)


Ikuti kami