Akuntansi Syari'ah.docx

Oleh Ci Midda

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Syari'ah.docx

AKUNTANSI SYARI’AH
KONSEP AKUNTANSI SYARI’AH
 Perintah mencatat terdapat pada QS. al-Baqarah:282. Arti dari alBaqarah adalah “sapi betina”.
1. Dilambangkan dengan sapi betina karena berkaitan dengan lambang
komoditi ekonomi.
2. Al-Baqarah surat ke-2 dalam al-Quran melambangkan dalam ekonomi
menggunakan double entry yaitu debit dan kredit.
3. Ayat 282 melambangkan keseimbangan dalam laporan keuangan.
 Didalam akuntansi syari’ah akan muncul fenomena konvergensi yaitu konsep
akuntansi Islam dengan ciri2 dan fokus pertanggung dimana mengemban
kejujuran, kebenaran, dan keadilan, dimana semakin diikuti tren akuntansi
kontemporer.
 Perkembangan fenomena konvergensi akan berdampak pada akuntansi
kontemporer yaitu:
1. Akuntansi

pertanggung

jawaban

sosial/

Akuntansi

lingkungan/

Akuntansi sosial ekonomi untuk mengukur seberapa jauh perusahaan
memberikan

dampak

yang

meugikan

dan

menguntungkan

bagi

masyarakat. Pertanggungjawaban perusahaan berupa CSR (Corporate
Social Responsibility). Ex: mudik gratis oleh PT. Sido Muncul.
2. Akuntansi pertambahan

nilai sangat

populer

di Eropa, laporan

pertambahan nilai merupakan bentuk laporan yang lebih bersifat adil
dimana di dalamnya dilaporkan kontribusi masing2 pihak yang terlibat
dalam proses penciptaan tambahan nilai dimana bukan hanya kontribusi
pemilik modal tapi juga kontribusi karyawan, kreditor, dan pemerintah
yang ditunjukkan dalam laporan keuangan.
3. Akuntansi karyawan populer di Inggris, dalam akuntansi karyawan
perusahaan diharapkan membuat laporan penting mengenai sikap dan
perlakuannya terhadap karyawan. Misalnya tingkat gaji, lembur, cuti,
pensiun, gaji tertinggi atauu terendah, dll.
4. Akuntansi SDM, selama ini nilai SDM tidak ada dalam laporan keuangan
khususnya di neraca padahal kita selalu mendengungkan bahwa pegawai
adalah aset perusahaan paling penting. Akuntansi ini mencoba mengukur
nilai SDMdan dilaporkan di neraca sebagai aset.

 Tehnik Islamisasi Akuntansi Konvensional

Sruktur Ak. Islam
Masyarakat Islam
Ek. Islam
Teoro Ak. Islam
Praktik Ak. Islam

Konsep Ak. Islam
Lembga perusahaan Individu
Melakuakan kegiatan muamalah (bisnis) harus sesuai syari’ah
Kegiatan dicatat
Input Transaksi

proses pembukuan

output laporan

Prinsip2 ak. Penekanan pada keadilan, kebenara, penegaan syari’ah Allah

Sruktur Ak. kapitalis

Kondisi praktek & teori Ak skrg

Masyarkat kapitalis

Masy. campuran

Ideologi kapitalis

Ek. campuran

Ek. Kapitalis

Teori Ak. campuran

Teori Ak. Kapitalis

Praktek Ek. campuran

Praktek Ak. Kapitalis
 Mencari keuntungan harus sesuai syari’ah, jadi profit sesuai syari’ah.
 Akuntansi dan pencatatan pembukuan inputnya adalah transaksi.

 Tehnik islamisasi akuntansi konvensional
Akuntansi Islam hasil konversi
1. Akuntansi Islam yang lahir dari masyarakat Islam yang kaffah
2. Akuntansi Islam yang disesuaikan dengan syari’at Islam
Masyarakat
Ekonomi Islam
Akuntansi Islam
Masyarakat mix
Ekonomi mix
Akuntansi kapitalis

Upaya kita merumuskan Ak. Islam

Syari’at Islam

Syari’ah
Moral

Sosial

Ekonomi

Politik

Akuntansi Syari’ah
Tujuan:
1. Membantu mencapai keadilan sosial - ekonomi (al falah)
2. Mengenal sepenuhnya kewajiban kepada Tuhan, masyarakat, individu
sehubungan dengan pihak yang terkait pada aktivitas ekonomi, yaitu akuntan
auditor, manajer, pemilik, pemerintah, dsb sebagai bentuk ibadah.

Tehnik:
Pengukuran
Kepentingan: tujuan zakat, penentuan &
distribusi laba, pembayaran pajak.

Manusia:
Pemegang kuasa + pelaksana
Dasar:

Penyikapan



Kepentingan: pemenuhan tugas dan kewajiban
sesuai syari’ah, halal, bebas bunga, zakat,
sodaqoh, upah pegawai, pencapaian tujuan
bisnis, menjaga lingkungan





Moralitas/ etika berdasarkan hukum
Tuhan
Kebebasan
Pertanggung jawaban
Taqwa

 Ringkasan postulat dan prinsip akuntansi syari’ah berdasarkan pengukuran
dan penyingkapannya
1. Zakat


Penilaian bagian2 yang dizakati diukur secara pasti dibayarkan
kepada 8 asnaf sebagaimana dianjurkan oleh Al-Qur’an atau
disalurkan melalui lembaga pengelolaan zakat.



Zakat dengan pajak tidak dianggap sebagai beban biaya tapi
suatu bentuk ibadah yang tujuanya untuk mencapai distribusi
kekayaan dalam rangka mewujudkan keadilan sosial ekonomi.



Diperlukan akuntan yang sesuai dan menggunakan beban dan
ukuran yang benar.



Diperlukan

kehati-hatian

dalam

menghitung

zakat

dan

mengeluarkan jumlah yang lebih besar dibandingkan ukuran.
2. Bebas bunga


Entitas harus berbentuk bagi hasil atau kerja sama untuk
menghindari bunga.



Perputaran dana harus didasarkan pada bagi hasil dan kerja
sama.

3. Halal


Menghindari bentuk bisnis yang berhubungan dengan perjudian,
alkohol, dan produk yang haram.



Menghindari transaksi yang bersifat spekulatif.

 Ringkasan postulat dan prinsip akuntansi syari’ah berdasarkan pemegang
kuasa dan pelaksana:
1. Ketaqwaan


Mengakui bahwa Allah adalah penguasa tertinggi.



Tuhan melihat setiap gerak yang akan dinilai pada hari
pembalasan.



Dapat membedakan yang benar dan yang salah.



Mendapat bimbingan dari Allah dalam pengambilan keputusan.



Mencari barokah/ kemurahan Allah.

2. Kebenaran


Visi keberhasilan dan kegagalan yang meluas ke dunia yaitu
mencapai maslahat.



Memperbaiki hubungan baik dengan Allah (habblum minaallah)
dan hubungan baik dengan manusia.

3. Pertanggung jawaban


Superior



Amanah



Mengakui bahwa kerja adalah ibadah yang selalu dikaitkan
dengan hormat dan nilai2 “langit”.



Mengakui bahwa kerja adalah untuk amal sholeh yang mirip kunci
untuk mencapai keberhasilan di dunia dan akhirat.



Merealisasikan fungsi manusia sebagai khalifah di dunia dan
bertanggung jawab atas pembuatannya.



Berbuat adil kepada semua ciptaan Allah, bukan hanya kepada
manusia.

 Prinsip-prinsip fiqh muamalah
1. Pada dasarnya segala bentuk muamalah adalah mubah kecuali yang
dilarang oleh Qur’an dan Hadist, yaitu:


Tadlis: ketidaktahuan satu pihak terhadap kualitas, kuantitas,
harga, dan waktu penyerahan.



Gharar: ketidak jelasan oleh kedua belah pihak. Ex: sistem ijon.



Ihtikar: rekayasa pasar dalam pasokan. Ex: monopoli.



Bai’ najasy: rekayasa pasar dalam permintaan (pembohongan oleh
pembeli).



Maysir/ judi: sebuah permainan dimana satu pihak akan
memperoleh keuntungan sementara pihak lain rugi.



Riba: tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa
adanya padanan yang dibenarkan syari’at atas penambahan
tersebut.

2. Muamalah dilakukan atas dasar suka rela dan tanpa unsur paksaan


Ex: denda pada bank konvensional masuk dalam pendapatan
operasional, sedangkan dalam bank syari’ah masuk dalam dana
qordul hasan dana non halal.

3. Muamalah dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat
dan menghindari mudhorot dalam masyarakat. Ex: tidak menjual film
porno.
4. Muamalah dilaksanakan dengan memelihara nilai keadilan menghindari
unsur penganiayaan, unsur2 pengambilan kesempatan dalam kesempitan.
Ex: ghoror.

 Ukuran transaksi halal/ haram:
Cara halal

Cara haram

Objek halal

Halal

Haram

Objek haram

Haram

Haram

 Transaksi dan akad ada dua yaitu:
1. Transaksi untuk tabarru’ yaitu transaksi bersifat tolong menolong
tanpa mengharap adanya keuntungan material di pihak2 yang
melaksanakan perikatan kecuali berharap mendapat balasan dari Allah.
Yang temasuk dalam akad tabarru’ adalah:
 Akad qord: timbul karena slah satu pihak meminjamkan objek
perikatan kepada pihak lainnya tanpa berharap mengambil
keuntungan, ex: qordul hasan untuk dana talangan haji.
 Akad rahn: timbul karena salah satu pihak meminjamkan suatu
objek perikatan yang berbentuk uang kepada pihak lain disertai
dengan jaminan.
 Akad hawalah: timbul karena salah satu pihak menunjukkan objek
perikatan berbentuk uang untuk ambil alih piutang/ untang dari
pihak lainnya, ex: jas L/C.
 Akad wakalah: timbul karena salah satu pihak memberi suatu
objek perikatan yang berbentuk jasa atau meminjamkan diri
untuk melakukan sesuatu atas nama dari pihak lain, ex: transfer.
 Akad wadi’ah, yad amanah: barang tidak boleh dimanfaatkan, ex:
safe deposite box, dana talangan haji. Yad dhommanah: boleh
dimanfaatkan, ex: tabungan tapi dengan bagi hasil yang sedikit
untuk nasabah.
 Akad kafalah: timbul jika salah satu pihak memberikan suatu
objek yang berbentuk jaminan atas kejadian tertentu, ex:
personal garansi.
 Akad wakaf: timbul jika salah satu pihak memberi suatu obyek
yang berbentuk uang ataupun obyek lainnya tanpa disertai
kewajiban mengembalikan, wakaf di bank syari’ah akan langsung
dinotariskan supaya tidak menimbulkan perselisihan dikemudian
hari.
2. Transaksi untuk tijaroh yaitu akad berorientasi untuk memperoleh
laba. Terdiri dari:

Kontrak yang secara alami mengandung kepastian keuntungannya,
yaitu akad jual beli: murobahah, akad salam, istisna. akad sewa:
ijarah.
 Kontrak yang secara alamiah mengandung ketidakpastian
keuntungannya yaitu akad kerjasama mudhorobah dan
musyarokah.
 Bagi Hasil pada Bank Syari’ah pada akad mudharabah, nasabah sebagai
shahibul mal dan bank sebagai mudharib.
 Mekansme bagi hasil ada 2:
1. Revenue sharing: perhitungan bagi hasil berdasarkan revenue atau
pendapatan dari pengelola dana. (untuk orang yang menyimpan uang di
bank)
2. Profit sharing: perhitungan bagi hasil berdasarkan pada laba dari
pengelolaan dana. (untuk pembiayaan/ modal usaha nasabah)
 Tata cara bagi hasil:
1. Hitung saldo rata-rata harian (SRRH) sumber dana sesuai klasifikasi
dana yang dimiliki.
2. Hitung saldo rata-rata tertimbang sumber dana yang telah tersalurkan
ke dalam investasi dan produk-produk aset lainnya.
3. Hitung total pendapatan yang diterima dalam periode berjalan.
4. Bandingkan antara jumlah sumber dana dengan total dana yang telah
disalurkan.
5. Alokasikan total pendapatan kepada masing-masing klasifikasi dana
yang dimiliki sesuai dengan data saldo rata-rata tertimbang.
6. Perhatikan nisbah sesuai kesepakatan yang tercantum dalam akad.
7. Distribusikan bagi hasil sesuai nisbah kepada pemilik dana sesuai
klasifikasi dana yang dimiliki.
total dana dalam periode berjalan
SRRH=
jumlah hari dalam periode berjalan
Dibawah ini transaksi Pak Andi yang mempunyai tabungan/ simpanan
mudharabah di Bank Syari’ah selama bulan Januari 2003:
6 Januarai setoran awal Rp 2.000.000, 12 Januari setor Rp 8.000.000,
20 Januari setor Rp 5.000.000, 27 Januari penarikan Rp 3.000.000.
hitunglah SRRH!


Tgl
Jml Hari
Saldo
Saldo terhitung
6-11
6
2.000.000
12.000.000
12-19
8
10.000.000
80.000.000
20-26
7
15.000.000
105.000.000
27-31
5
12.000.000
60.000.000
Jumlah
257.000.000
Jadi SRRH =257.000.000/31 = 8.290.322,58

Bila perhitungan SRRH Bank Syai’ah selama bulan Januari sebagai
berikut :
Simpanan mudharabah
Rp 600.000.000 10%
Investasi mudharabah 1 bulan
Rp 1.800.000.000 30%
Investasi mudharabah 3 bulan
Rp 1.200.000.000 20%
Investasi mudharabah 6 bulan
Rp 60.000.000 10%
Investasi mudharabah 12 bulan
Rp 1.800.000.000 30%
Jumlah
Rp 6.000.000.000 100%
Total pendapatan Bank Syariah selama bulan Januari 2003 adalah Rp
200.000.000. Bila nisbah bagi hasil Bank : Nasabah (40:60), berapakah
bagi hasil yang diterima Pak Andi selama Januai?
Hasil yang diterima simpanan mudharabah 10% x 200.000.000 =
20.000.000
Hasil yang diterima Pak Andi = 8.290.322,58/600.000.000 x
20.000.000 x 60% = 165.80,45
Hasil yang diterima Bank = 8.290.322,58/600.000.000 x 20.000.000 x
40% = 110.537,63
Contoh akuntansi transaksi antar bank:
Tgl 2 Juni 2010 BMS cabang Jogja menerima setoran tunai pembukaan
tabungan mudharbah a/n dina sebesar Rp 3.500.000. Tgl 7 Juni 2010
Dina di BMS cabang Jogja menarik tunai tabungan mudharabah sebesar
Rp 1.500.000. Tgl 8 Juni 2010 Dina menerima transfer dari BMS
cabang Solo sebesar Rp 500.000. Tgl 14 Juni 2010 Dina mentransfer
sebesar Rp 1.000.000 ke BMS cabang Solo dan Rp 250.000 dari
rekeningnya ke rek giro nasabah Bank Syariah Muhammadiyah. Tgl 17
Juni 2010 Dina menerima kiriman dari nasabah Bank Peduli Syariah Rp
1.500.000. Tgl 31 Juni 2010 Dina menerima bagi hasil tabungan
mudharabah dari BMS sebesar Rp 20.000 untuk potongan administrasi
mudharabah sebesar Rp 2000 dan pajak sebesar Rp 4000. Maka jurnal
Bank sbb:
2/06 Kas
Rp 3.500.000
Tab. Mudharabah Dina
Rp 3.500.000
7/06 Tab. Mudharabah Dina
Rp 1.500.000
Kas
Rp 1.500.000
8/06 RAK cabang Solo
Rp 500.000
Tab. Mudharabah
Rp 500.000
14/06 Tab. Mudharabah
Rp 1.000.000
RAK cabang Solo
RP 1.000.000
14/06 Tab. Mudharabah
Rp 250.000
Giro BI B. Mh
RP 250.000

17/06 Giro BI BPS
Tab. Mudharabah
31/06 Tab. Mudharabah
Hak bagi hasil
31/06 Tab. Mudharabah
Pend. Administrasi
Titipan kas negara

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

1.500.000
1.500.000
20.000
20.000
6000
2000
4000

Contoh transaksi untuk deposito:
Tgl 1 Sept BMS menerima setoran a/n Bunda Endang sebesar Rp
5.000.000 sbg investasi deposito mudharabah untuk jangka waktu 1
bulan dengan nisbah 60% nasabah dan 40% BMS.
Tgl 30 Sept berdasarkan hitungan distribusi pendapatan bagi hasil
yang akan dibayar untuk kelompok deposito mudharabah sebesar Rp
15.000.000.
Tgl 4 Okt dibayarkan bagi hasil deposito mudharabah kpd Bunda
Endang sebesar Rp 40.000. dan atas pembayaran tersebut dipotong
pajak sebesar 20%. Pembayaran bagi hasil dilakukan ke rek tabungan
mudharabah a/n pemilik yang sama.
Tgl 5 Okt Bunda Endang mencairkan deposito mudharabah pencairan
dilakukan secara tunai Rp 5.000.000. Maka jurnal Bank sbb:
1/9
Kas
Rp 5.000.000
Deposito mudharabah
Rp 5.000.000
30/9
Hak pihak ke-3 dep. Mudharabah
Rp 15.000.000
Bagi hasil dep mudharabah
yang belum dibagikan
Rp 15.000.000
4/10
Bagi hasil dep mudharabah yang
belum dibagikan
Rp 40.000
Tab mudharabah
Rp 32.000
Titipan kas negara
Rp 8.000
5/10
Dep mudharabah
Rp 5.000.000
Kas
Rp 5.000.000
Akuntansi transaksi investasi mudharabah mutlaqah:
1 Ags 2010 BMS menyetujui pemberian fasilitas mudharabah mutlaqah
PT Sinar yang bergerak di bidang SPBU dengan kesepakatan sbb:
Plafon: Rp 1.450.000.000
Nisbah: 70% PT Sinar, 30% BMS
Jangka: 10 bulan (jatuh tempo tgl 10 Juni 2011)
Biaya adm: Rp 14.500.000 (dibayar saat akad di tanda tangani)
Pelunasan: pengembalian pokok di akhir periode

Ket: modal BMS diberikan secara tunai tgl 10 Ags 2010.
Ket: pelaporan bagi pembayaran bagi hasil oleh nasabah setiap tgl 10
mulai bulan September.
Berikut realisasi laba bruto PT Sinar selama 10 bulan yang dilaporkan
setiap tgl 10 bulan berikutnya:
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Bulan
Ags ‘10
Sept
Okt
Nov
Des
Jan ‘11
Peb
Mar
Apr
Mei

laba bruto
20 jt
50 jt
45 jt
40 jt
60 jt
50 jt
40 jt
50 jt
55 jt
60 jt

Bank 30%
6 jt
15 jt
13,5 jt
12 jt
18 jt
15 jt
12 jt
15 jt
16, 5 jt
18 jt

pelaporan
10 Sept ‘10
10 Oktober
10 November
10 Desember
10 Jan ‘11
10 Pebruari
10 Maret
10 April
10 Mei
15 Juni

bagi hasil
10 Set ‘10
10 Oktober
10 November
10 Desember
10 Jan ‘11
10 Pebruari
10 Maret
10 April
5 Juni
5 Juli

Jurnal mudhorobah:
1/8
pos lawan komitmen adm pembiayaan 1.450.000.000
Kewajiban komitmen adm 1.450.000.000
Kas 14.500.000
Pendapatan adm
14.500.000
10/8
kewajiban komitmen adm pembiayaan 1.450.000.000
Pos lawan komtmen adm pembiayaan 1.450.000.000
Investasi mudharabah
1.450.000.000
Kas 1.450.000.000
10/9
kas 6.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 6.000.000
10/10
kas 15.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 15.000.000
10/11
kas 13.500.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 13.500.000
10/12
kas 12.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 12.000.000
10/1
kas 18.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 18.000.000
10/2
kas 15.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 15.000.000
10/3
kas 12.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 12.000.000

10/4

kas

15.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 15.000.000
10/5
piutang pend bagi hasil investasi 16.500.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 16.500.000
5/6
kas 16.500.000
Piutang pend bagi hasil investasi
16.500.000
15/6
piutang pend bagi hasil investasi
18.000.000
Pend bagi hasil investasi mudharabah 18.000.000
5/7
kas 18.000.000
Piutang pend bagi hasil
18.000.000
 Akuntansi transaksi salam & salam paralel
Transaksi salam pertama:
PT TAM membutuhkan 100 ton biji jagung hybrida untuk keperluan ekspor
6 bulan yang akan datang. Pada tanggal 1 Juni 2010 PT TAM melakukan
pembelian dengan skema salam kepada Bank Syariah Sejahtera. Adapun
informasi tentang pembelian sbb:
Spesifikasi barang : biji jagung manis hybrida kualitas no. 2
Kapasitas
: 100 ton
Harga
: Rp 700.000.000 (Rp 7.000.000/ ton)
Waktu penyerahan : 2 tahap setiap 3 bulan sebanyak 50 ton (2 Sept & 2
Des 2010)
Syarat penyerahan : dilunasi pada saat akad di tandatangani
Transaksi salam kedua:
Untuk pengadaan produk salam sebagaimana diinginkan oleh PT TAM Bank
Syariah Sejahtera selanjutnya pada tgl 2 Juni 2010 mengadakan transaksi
salam dengan petani yang bergabung dengan KUD Tunas Mulia dengan
kesepakatan sbb:
Spesifikas barang : biji jagung manis hybrida kualitas no. 2
Kuantitas
: 100 ton
Harga
: Rp 650.000.000 (Rp 6.500.000/ton)
Penyerahan modal : uang tunai 650.000.000
Waktu penyerahan : 2 tahap setiap 3 bulan sebanyak 50 ton (1 Sept & 1
Des 2010)
Agunan
: tanah & kendaraan senilai Rp 700.000.000
Syarat pembayaran: dilunasi pada saat akad ditandatangani
Denda kegagalan penyerahan karena kelalaian atau kesengajaan 2% dari
nilai produk yang belum diserahkan.
Jurnal sbb:
Transaksi saat akad disepakati
1/6 Kas
Rp 700.000.000
Utang salam
Rp 700.000.000

Penyerahan modal salam dari Bank kepada pemasok/petani
2/6 Piutang salam
Rp 650.000.000
Kas
Rp 650.000.000
Penerimaan barang pesanan dari pemasok
1/9 Persediaan produk salam Rp 325.000.000
Piutang salam
Rp 325.000.000
1/12 Persediaan produk salam Rp 325.000.000
Piutang salam
Rp 325.000.000
Penyerahan barang salam pada nasabah
2/9 Utang salam
Rp 350.000.000
Persediaan produk salam Rp 325.000.000
Pend. Bersih salam
Rp 25.000.000
2/12 Utang salam
Rp 350.000.000
Persediaan produk salam Rp 325.000.000
Pend. Bersih salam
Rp 25.000.000
 Transaksi istisna’ dan istisna’ paralel
Transaksi pertama:
Dr. Ursila berencana menambah 1 unit bangunan seluas 100 m 2 kerjasama
dengan Bank Berkah Syariah untuk menyediakan bangunan baru. Tgl 10 Peb
2010penandatanganan akad istisna pengadaan bangunan rawat inap
Harga bangunan
: Rp 150.000.000
Lama penyelesaian : 5 bulan (paling lambat 10 Juli)
Mek penagihan
: 5 termin sebesar 30 juta/ termin mulai 10 Agustus
Mek pembayaran : setiap 3 hari setelah tanggal penagihan
Transaksi kedua:
Untuk membuat bangunan sesuai keinginan Dr. Ursila tgl 12 Peb 2010 Bank
memesan pada PT Thariq Konstruksi dengan kesepakatan:
Hrga bangunan/HB : Rp 130.000.000
Lama penyelesaian : 4 bulan 15 hari
Penagihan
: 3 termin pada saat penyelesaian 20%, 50%, dan 100%
Pembiayaan
: dibayar tunai sesuai tagihan dari kontraktor
Akuntansi transaksi istisna’
Penerimaan dan pembayaran tagihan kepada penjual (pembuat) barang
istisna’
No.
termi
n
I
II
III

Tingkat
penyelesaian
20% x HB
(50-20)%x HB
(100-50)%x HB

Tgl
penagiha
n
1 April
15 Mei
25 Juni

Jumlah Tgl
tagihan pembiayaa
n
26 jt
8 April
39 jt
22 Mei
65 jt
2 Juli

Jumlah
pembiayaa
n
26 jt
39 jt
65 jt

Biaya pesan/ biaya pra akad tgl 5 Pebruari dibayar 2 jt. Biaya pesan
mengurangi harga jual bank.
Jurnal transaksi di atas:
Transaksi biaya pra akad (bank sbg penjual)
5/2 biaya pra akad yang di tangguhkan
2.000.000
Kas
2.000.000
Penandatanganan akad dengan pembeli
10/2 biaya istisna’
2.000.000
Biaya pra akayang di tangguhkan 2.000.000
Penerimaan dan pembayaran tagihan kepada penjual (pembuat barang)
1/4 aset istisna dlm penyelesaian
26.000.000
Utang istisna
26.000.000
8/4 utang istisna
26.000.000
Kas
26.000.000
Dan seterusnya untuk transaksi selanjutnya.
 Transaksi murobahah : jual beli dengan menunujukkan keuntungan di awal
Contoh soal:
Akuntansi transaksi murobahah pada tag 5 januari PT Mekar melakukan
negosias dengan Bank Murni Syariah (BMS) untuk memperoleh fasilitas
murobahah dengan pesanan untuk pembelian kendaraan sebuah mobil
dengan rencana sbb:
Harga barang 100.000.000
DP 10.000.000 (10% dr haraga barang)
Pembiayaan oleh bank 90.000.000
Margin 18.000.000 (20% dr pembiayaan)
Harga jual 118.000.000 (hrga barang + margin)
Piutang bersih 108.000.000 (harga jual - DP)
Jangka waktu 24 bulan
Biaya adm 1% dr pembiayaan
Biaya notaris 225.000, asuransi 378.000, materai 30.000
Angsuran per bulan 4.500.000
total piutang−DP
angsuran per bulan=
jml bulan
Keuntungan bank (%) 16,6%
margin
keuntungan=
×100 %
piutangbersih
Margin per bulan 749.700
margin per bulan=keuntungan × angsuran per bulan
Pokok per bulan 3.750.300
pokok=angsuran−margin

Jurnal dari transaksi tgl 5 januari di atas sbb:
Saat pengakuan uang muka
Kas 10.000.000
Uang muka 10.000.000
Saat pembelian barang pesanan
Persediaan aset murobahah
100.000.000
Kas 100.000.000
Pengakuan akad murobahah
Piutang murobahah 118.000.000
Persediaan aset murobahah
100.000.000
Margin
18.000.000
Pencatatan biaya-biaya yang di tanggung nasabah
Kas 1.533.000
Pendapatan adm
900.000
Persediaan materai 30.000
Rekening asuransi 378.000
Rekening notaris 225.000
JADWAL DAN REALISASI PEMBAYARAN ANGSURAN MUROBAHAH

Jurnal:
10/2 kas

749.700

3.750.300

Angsuran Pokok Margin
per bulan

4.500.000

No Jatuh
tempo
1
10/2/201
0
2
10/3/201
0
3
10/4/201
0
4
10/5/201
0
5
10/6/201
0

Tgl
pembayaran
10/2/2010

Jumlah
dibayar
4.500.000

20/3/2010

-

10/4/2010
15/4/2010
30/5/2010

2.000.000
2.000.000
4.500.000
+ denda 10%
Pelunasan dini
(90 jt) minus
potongan

10/6/2010

4.500.000
Piutang murobahah 4.500.000
Margin murobahah yg ditangguhkan
749.700
Pend margin murobahah 749.700
10/3 piutang murobahah jatuh tempo 4.500.000

Piutang murobahah 4.500.000
Margin murobahah yg ditangguhkan
749.700
Pend margin murobahah 749.700
20/3 kas 4.500.000
Piutang murobahah 4.500.000
Pendmargin murobahah akrual 749.700
Pend margin murobahah 749.700
10/4 kas 2.000.000
Piutang murobahah 2.000.000
Piutang murobahah jatuh tempo 2.500.000
Piutang murobahah 2.500.000
Margin murabahah yang ditangguhkan 749.700
Pend margin murobahah 333.200 (16,6% x 2.000.000)
Pend margin murobahah akrual 416.500 (749.700-333.200)
15/4 kas 2.500.000
Piutang murabahah 2.500.000
Pend margin murobahah akrual 416.500
Pend margin murobahah 416.500
10/5 piutang murobahah jatuh tempo 4.500.000
Piutang murobahah 4.500.000
Margin murobahah yang ditangguhkan 749.700
Pend margin murobahah 749.700
30/5 kas 4.500.000
Piutang muronahah 4.500.000
Pend margin murobahah akrual 749.700
Pend margin murobahah 749.700
Kas rekening nasabah
74.970 (10% x 749.700)
Rek dana kebajikan (qardul hasan)
74.970
Tgl 10 Juni PT Mekar bermaksud melunasi kewajiban dgn nilai buku
90.000.000 dgn pokok pembiayaan 75.000.000 dan margin yang
ditangguhkan 15.000.000 disepakati bahwa pada saat pelunasan potongan
pelunasan akan diberikan sebesar 80% dari sisa margin murobahah yang
masih ditangguhkan.
Potongan 80% X 15.000.000 = 12.000.000
Pend margin yang ditangguhkan sebesar 3.000.000
10/6 kas 78.000.000
Margin murobahah yang ditangguhkan 12.000.000
Piutang murobahah 90.000.000
Margin murobahah yang ditangguhkan 3.000.000
Pend margin murobahah 3.000.000

Judul: Akuntansi Syari'ah.docx

Oleh: Ci Midda


Ikuti kami